Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUGUGAT CERAI SUAMI SAAT DIA MEMILIH POLIGAMI

KUGUGAT CERAI SUAMI SAAT DIA MEMILIH POLIGAMI

Alya hanya ingin membuat suasana hati Azka baik-baik saja. Setengah jam dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di cafe bianglala. Cafe milik Azka yang kini selalu ramai oleh pengunjung khususnya remaja dan dewasa muda. Tempatnya yang strategis dan kekinian membuat banyak kaum muda yang nyaman mengunjungi cafe itu. Mereka sering mengabadikan momen itu di media sosial masing-masing sampai akhirnya tanpa sadar ikut mempromosikan cafe Azka dengan gratis.
9.9104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai fifteen cafe
Baca
+Pustaka
Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Pria itu menguap lalu mengendikkan dagunya tanda bertanya. "Kita mau kerja kelompok di cafe dekat persimpangan yang lagi rame itu." "Cafe Heureux itu ya? Yang punya seleb? Mau! Mau! Sekalian foto-foto disana yuk!" Abigail menyahuti. "Terserah," Singkat pria kulkas itu. "Sekalian cuci mata, katanya anak FEB pada sering nongkrong disitu. Mereka kan cakep-cakep. Itung-itung bantu lo move on, Za!"
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai fifteen cafe
Baca
+Pustaka
Terbakar Asmara Bosku

Terbakar Asmara Bosku

“Nanti siang ada makan siang bisnis dengan ...” “Nanti saja kita bicarakan itu. sekarang kita mampir dulu ke sini!” Rei memotong dan langsung membelokkan mobilnya ke sebuah cafe terkenal di Manhattan. Cafe itu menyajikan berbagai kopi dan minuman dengan harga yang cukup mahal. Dan pemiliknya adalah Divers Matthews.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai fifteen cafe
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi CEO Arogan

Terpaksa Menikahi CEO Arogan

Ia menunduk, lalu tersenyum kepada pria dihadapannya saat ini. “Selamat malam, Tuan. Saya Zaiden, pemilik dari caffe ini. Ada yang bisa saya bantu?” ujar Zaiden dengan sopan, dan lembut. “Kalau tidak bisa menyiapkan makanan yang enak, tidak usah membuka caffe dengan iming-iming diskon lima puluh persen. Bagaimana kalau ada yang keracunan?” Zaiden tersenyum, lalu berkata, “Lebih baik, Tuan ikut saya dan kita selesaikan secara damai. Bagaimana?”
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai fifteen cafe
Baca
+Pustaka
HOW BAD DO YOU WANT ME?

HOW BAD DO YOU WANT ME?

ARZAN membawa Rosa ke sebuah kafe yang jaraknya cukup d itempuh selama 15 menit berkendara dari sekolah. Menurut puan mawar itu, kafe tersebut tergolong sangat nyaman bagi kaum-kaum muda nan ingin mencari kesegaran dari hiruk-pikuk dunia. Beragam macam-macam bunga di dalam mau pun di luar bangunan, memberikan rasa nyaman lewat aroma wangi bunga-bunga beragam warna itu, kafe tersebut juga mengusung gaya ala trend kekinian. Mengingatㅡmungkinㅡkafe ini menargetkan para kaum milenial ke atas sebagai konsumen utama. Di beberapa sudut kafe, terdapat spot foto yang sudah di sediakan. Kalau Rosa tidak salah hitung, ada sekitar 5 tempat. Percayalah, sudut-sudut itu sangat kapabel sekali untuk di pamer
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai fifteen cafe
Baca
+Pustaka
Mistake in Love (Bahasa Indonesia)

Mistake in Love (Bahasa Indonesia)

Ismi juga terlihat bersemangat mempromosikan kafe baru yang ingin segera mereka datangi. "Oppa-nya ganteng!!" Lina tiba-tiba berkata dengan sorot berapi-api. "Oppa yang punya kafe ganteng!!" Antusiasme Lina semakin meninggi hingga Meredith dan Heon tertawa. "Kafenya gak jauh, 'kan?" tanya Dita. "Five minutes from here. You won't be dissappointed," jawab Meredith dengan aksen Australia-nya. "Okay you all make me curious. But I want to phone someone first." Dita sengaja menggunakan Inggris agar Meredith dapat mengerti perkataanya.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai fifteen cafe
Baca
+Pustaka
Menantang Kasta

Menantang Kasta

Tidak berapa lama kemudian, Satria sudah memarkirkan mobilnya di depan Caffe yang dimaksud. Caffe itu tidak terlalu besar. Bangunannya dominan kayu dengan lampu kuning temaram yang memberi kesan hangat dan intim. Dari luar sudah terlihat beberapa meja terisi, sebagian besar pasangan atau keluarga kecil. Begitu mereka masuk—seorang pelayan menyambut dan mengarahkan ke meja. Tadi Satria meminta yang pemandangannya indah, kebetulan Caffe itu memiliki area semi outdoor.
9.937.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai fifteen cafe
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
kartiwie yanie
seneng bgt kak er ada cerita tentang klan gunandhya semoga setelah ini ada cerita tentang zayn,narashima sama yg blm² deh soal ny suka bgt sama semua cerita nyaa luv banyak² buat kak erna aouthor tercinta
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status