Sang Pengacara
selidik FIka sudah memicingkan mata.
“Nggak—”
“Beneran ya, nggak macam-macam kalau sudah di sana?” tantang Fika.
Abi menggaruk kepalanya, karena Fika sudah bisa membaca isi pikirannya. “Kita sudah rujuk, Fik, andaipun macam-macam juga nggak papa. Lagian, kita sudah lama—”
“Aku lagi haid,” putus Fika lalu melepas tangan Abi, dan berjalan tergesa memasuki rumah. “Nggak boleh macem-macem.”
Hot Chapters