PULANG KAMPUNG
"Suka-sukaku dong, Mbak. Mau baru bangun kek, baru keluar kek, baru beberes kek. Nggak ada untungnya buat Mbak Sri bahas itu, kan?"
"Dih, sewot amat, Rum. Cuma becanda aja kok sensi. Masih pagi, jangan-jangan kamu belum sarapan makanya emosi begini."
"Belum, Mbak. Kebetulan lagi pengin makan daging orang. Mbak mau dicincang?"
"Kanibal, Rum. Geli!" Dia kembali menstater motornya lalu pergi begitu saja.
Kuhela napas lega. Gegas membakar sampah yang sudah kukumpulkan di pojok halaman. Setelah itu kembali masuk untuk melakukan pekerjaan lainnya, menyiram tanaman.
Hot Chapters