Suami Perkasa
“Kamu memang butuh makan, bukan… yang lain-lain itu.”
Carlos mengangkat alis. “Nggak bisa dipungkiri… dua-duanya penting.”
Sukma berdiri, membereskan meja. “Kalau udah kenyang, ikut aku nonton film. Biar otak kamu yang penuh pikiran kotor itu, istirahat.”
“Kalau duduknya di pangkuan kamu, aku setuju,” kata Carlos cepat.
Sukma menatapnya tajam, tapi ujung bibirnya menahan senyum. “Dasar. Ya udah, ambil bantal. Pilih film sendiri.”
Hot Chapters