Bareksa
"Yang barusan mbaknya cicipin itu mangga podang, mbak. Memang manis banget kalau sudah matang, terus teksturnya juga berair dan agak berserat. Kalau mangga apel karakteristiknya nggak terlalu berair, nggak terlalu manis juga, cocok kalau mbaknya suka yang pas-pasan."
Nala mengangkat alisnya, tersenyum kecil dengan istilah yang dipakai oleh si penjual buah. Entah mengapa tiba-tiba pikirannya melayang kepada Bagus. Tempo hari Padma mengatakan kalau Bagus gantengnya biasa saja, tidak yang spektakuler. Dari segi akademik pun, Nala juga tahu nilai-nilai Bagus tidak terlalu buruk, namun kakak kelasnya itu juga bukan siswa yang langganan masuk sepuluh besar. Bukan berarti Nala memata-matai segala h
Hot Chapters