Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Melihatku lama terdiam, Edwin seakan teringat sesuatu dan berkata dengan nada baru menyadari, "Kamu nggak mungkin marah cuma karena segelas jus mangga itu, ‘kan? Apa perlu sampai begini? Itu cuma segelas jus mangga. Kalau kamu nggak mau minum, ya sudah. Lain kali kita nggak usah bercanda seperti itu lagi, beres ‘kan? Lagi pula, waktu itu aku sudah melihatnya, kamu nggak alergi, kok. Atau sebenarnya yang kamu permasalahkan itu Rani?" Tanpa memedulikan perasaanku, Edwin mengoyak kembali luka lamaku dengan begitu saja. Aku terpaku di tempat dan menatap Edwin untuk waktu yang lama, sampai akhirnya aku menyerah pada rasa lelahku. Sambil bersandar di kursi, aku berkata kepada Edwin dengan nada sua
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
Istri Lugu Presdir Dingin

Istri Lugu Presdir Dingin

tanya Dion. Karena itu yang dikatakan oleh Barra sebelumnya, sehingga dia pun yakin untuk mengambil buah mangga itu secara diam-diam. Lelah tak masalah demi istri dan calon anaknya, tapi sampai detik ini dia juga tak tahu pasti apakah benar Nia hamil lagi. Karena, sampai di sini tampaknya hanya Asih yang begitu menikmati buah mangga tersebut. Sedangkan Nia hanya biasa saja, menikmati beberapa potongnya dan bahkan hampir membuatnya ingin muntah karena rasa asam..
9.71.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.6K kali sebagai filosofi buah mangga
Tampilkan Ulasan (268)
Baca
+Pustaka
Shila Idolanya Solihin
seru bnget baca ny,,,sampai setiap hari ingin mmbaca nya dn brharap Nia dan Dion kmbli bahagia lagi,,seperti sblm Karina hadir dn skrg kan Karina udah dicerai kan Dion jdi semoga Nia memaaf kan Dion dn kmbli bhgia dgn Dila,Zaki ,dn ank Dion yg lgi dikandung Nia skrg aamiin
Ora Weroh
ceritanya bagus. tp bab 123 dionnya yg sebagai laki" gk tegas dan gk peduli sma sekali hanya karna istri pertamanya datang malah melupakan istri ke2 bahkan dsaat dia memberi kabar kehamilannya.padahal nia yg telah mmberi kebahagiaan disaat dirinya terpuruk setelah ditinggal karina. inget karma dion
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran

“Kamu bisa kupasin buah Mangga gak untuk saya?” “Bisa, dok.” Abian mengangguk tanpa bicara. Natasya bangkit. Ia membuka kulkas mencari buah Mangga. Ia mengupasnya cepat, karena itu adalah salah satu keahliannya. “Ini, dok, buah mangganya.” “Makasih.”
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
SAHABAT DAN  KISAH CINTAKU

SAHABAT DAN KISAH CINTAKU

Untung saja, beberapa teman-teman laki-laki kami mau membereskan ranting-ranting pohon yang patah karena ulah iseng kami itu. Sehingga dalam sekejap mata dahan-dahan yang patah menjadi rapi karena bantuan mereka. Dan tampak Fauzi membawa buah mangga mentah yang berjatuhan dan belum sempat kami ambil sama sekali karena sudah malu duluan. "Nih mangganya Nona-Nona! mubazir kalau tidak di makan, Kalian seperti orang yang sedang mengidam saja." "Hahahahhaa.”
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
Tiada Hidup Tanpa Sistem

Tiada Hidup Tanpa Sistem

Dilihatnya Jaka tengah membawa keranjang bambu yang sepertinya berisi buah mangga. Setelah pria itu sampai di tepi danau, dia berkata, “Maaf menunggu lama, karena kebanyakan buah di sana telah busuk akibat serangan hama. Aku jadi kesulitan menemukan buah yang bagus.” “Tidak apa-apa, Pak Jaka,” kata Kelvin merespon ucapan Jaka. “Kalau boleh tahu, hama apa yang menyerang buah mangga di hutan itu?”
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
Pure Blood (DARAH MURNI)

Pure Blood (DARAH MURNI)

Tanpa menyadari Rai yang memperhatikannya dengan intens. "Kau sangat menyukainya?" tanya Rai. Diana menatapnya seakan bertanya, "Apa?" "Kenapa kau menyukai mangga? Bukannya manusia lebih menyukai apel atau beri? Kenapa mangga?" tanya Rai seraya menopang dagunya. "Ini manis, dan kaya akan serat. Aku bisa merasa kenyang hanya dengan memakan ini," ungkap Diana masih dengan menikmati mangganya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
Petani Terkuat

Petani Terkuat

Wajah mereka masih lelah, tetapi ada senyum tipis yang tidak bisa disembunyikan. Di atas pohon, Jaka meraih salah satu mangga yang paling besar. Kulitnya terasa halus, beratnya pas di telapak tangan, dan aromanya begitu manis sampai membuatnya ikut menelan ludah. Ia menatap buah itu sebentar. Satu tetes air spiritual telah membawa keluarganya sampai pada titik ini. Hanya satu tetes.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

"Batangnya besar dan kokoh. Daunnya hijau segar dan buahnya yang kecil-kecil lebat sekali. Aku suka daunnya. Dia menyaring polusi dari luar agar tak langsung masuk rumah." Aku mendengarkan Kata-katanya dengan seksama. "Lalu?" "Entahlah, tapi aku merasa bahwa pohon mangga ini punya arti penting bagi kita." Helena tiba-tiba menoleh. "Benarkan kau kakakku?" Aku langsung mengangguk tanpa ragu. "Tapi kenapa kita nggak mirip? Kamu mirip Ibu. Sedangkan aku tak mirip Ayah dan juga Ibu."
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang - Rindu Saga berhenti lama di depan sebuah rumah bergaya mediterania dengan halaman yang lumayan luas. Beberapa pohon buah-buahan berjajar menjadi pagar hidup. Ada pohon mangga, jambu air, kelengkeng, dan satu pohon besar di pojok halaman sebelah kanan. Buahnya lebat, kehitaman mirip anggur dan sebagian telah berjatuhan di tanah. Buah Juwet. Buahnya manis agak sepet, kalau di makan membuat bibir berwarna ungu pekat.
10137.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai filosofi buah mangga
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Bintang ponsel
karya yg ini laen bikin greget kyk mles baca nya bikin sakit ati peran novel nya agk rada2 bebal trlalu naif n trlalu bodoh dlm bertindak tntg perselingkuhan suaminya mlh nerima2 aja , gk suka dgn karya mbk lis yg ini
Meilia
awalnya g mau buka karya mba Lis yg ini, cz d baca dr judul sama sinopsisx...takut aja kalo sad ending,, trus iseng dong baca bab 1 , eh lakok ketagihan pengen terus dan terus,,, suda 4 judul yg kubaca karyamu mba, dan semuax amazing, saya suka , saya suka,,
Baca Semua Ulasan
Mbah Dukun Dambaan Wanita

Mbah Dukun Dambaan Wanita

“Benar, jadi ini adalah jus mangga. Rasanya enak dan manis jadicaku ingin Mbah segera meminumnya.” “Kalau gitu, aku akan meminumnya dulu.” Damar mencicipi rasanya terlebih dahulu. Dan ternyata rasanya sangat enak. Manis alami tanpa gula dari buah mangga terasa di ujung lidahnya. Sehingga Damar pun akhirnya meminum jus yang diberikan Sekar sampai habis. “Rasanya manis, tapi sangat menyegarkan. Rasanya energiku jadi bertambah banyak setelah meminumnya.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai filosofi buah mangga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status