Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RATU VELENDOR

RATU VELENDOR

Dan cermin di lapisi logam, di ciptakan di Sidon - Lebanon pada abad pertama Masehi! Sejarah ini cukup panjang! Tetapi di dunia ini sendiri, sejarah pembuatan dari cermin sangat janggal. Thalassa tidak berhasil mendapatkan informasi dan catatan penemuan cermin. Menyipitkan matanya sedikit Thalassa menyadari keanehan ini: 'Mengapa demikian? Dari mana cermin, di dunia ini berasal sebelumnya?' Seperti sebuah sejarah yang terkoyak dan tidak lengkap! Dunia baru tempat ia tinggal saat ini seolah menyimpan rahasia! Di mana sistem sendiri juga tidak memiliki akses melihatnya.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Legenda Pukulan Halilintar

Legenda Pukulan Halilintar

Maka, mereka bisa menemukan dunia cermin yang dalam pemahaman Gayatri adalah ada di ujung dunia dan hanya berseberaganan dengan dunia nyata. Kita ibaratkan sebuah cermin. Jika kita ingin mencapi sebuah cermin kita harus menempelkan tangan kita di cermin itu. Barulah kita akan sangat dekat antara satu objek dengan objek lainnya. Contohnya seperti tadi, tangan kita menyentuh tangan kita di cermin itu. Teoti dunia cermin adalah dimana dunia itu hanya bisa dilewati di ujung dunia dan dekat dengannya. Masuknya seseorag ke dunia cermin adalah karena pemahaman mereka tentang dunia cermin itu sendiri.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ia tidak bicara, tapi pikirannya terdengar jelas di dalam kepala Adrian: "Kita adalah satu, tapi kita tak pernah menulis dengan pena yang sama. Aku memilih takdirku. Kini giliranmu." Cermin itu mulai retak, seolah tak sanggup menahan tekanan dua narasi yang saling bertabrakan. Di belakangnya, muncul kembali simbol-simbol dari layar sebelumnya kali ini bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk dimasuki. Adrian berjalan ke arah cermin, dan mendekat. "Kalau aku masuk… apakah aku masih akan menjadi 'aku'?"
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Misteri Di Balik Mata

Misteri Di Balik Mata

"Ini lebih besar dari yang kita duga." Suci berjalan mendekat ke cermin itu, tatapannya tertuju pada pantulan yang tidak konsisten. Bayangan di dalam cermin bergerak berbeda dari yang mereka lakukan, seolah-olah cermin itu hidup dan memiliki kehendak sendiri. "Sesuatu di balik cermin ini," bisik Suci. "Kebenaran yang selama ini kita cari ada di sini." Farhan mendekat, menatap cermin itu dengan ngeri. "Apa yang kamu lihat?"
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Cermin itu dingin—terlalu dingin untuk benda yang berdiri di ruangan tertutup seperti ini. Ia menatap sekeliling. Tidak ada kamera. Tidak ada suara. Tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan kenapa benda itu ada di sana, dan mengapa ia tidak memantulkan apa pun. Saat ia menarik diri, ia sadar bahwa tak hanya dirinya yang tak terlihat. Bahkan bayangan lampu gantung di langit-langit pun tak terpantul. Cermin itu bukan sekadar cermin. Itu bukan alat untuk melihat, tapi untuk menghapus.
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Di tengah perhatian semua orang yang tertuju pada para genius itu, tidak ada satu pun yang memperhatikan bahwa setelah masuk, seseorang di dalam Cermin Ujian tidak ikut berburu atau bertarung, melainkan memilih duduk diam dan mulai berlatih dengan tenang, tanpa sedikit pun niat untuk bersaing dengan siapa pun. Hanya saja, Filbert yang merupakan Ketua Gunung Suci Semesse sekaligus pemegang Cermin Ujian generasi ini memiliki hubungan spiritual dengan senjata sihir kuno itu. Itu sebabnya, dia seakan-akan bisa merasakan sesuatu, meski tidak dapat memastikan, apalagi menemukan dari mana tepatnya perasaan itu berasal. "Um?" gumam Filbert pelan.
9.51.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.5K kali sebagai filosofi cermin
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
Cermin Retak Masa Lalu

Cermin Retak Masa Lalu

Aku tertawa kecil sambil menggeleng, langsung menghapus pesan itu dan mematikan ponselku. Fotografer memanggil kami untuk berganti pakaian. Begitu selesai dan keluar, seseorang langsung bersiul melihatku. Kedua orang itu pun menoleh. Mata Yufri tertuju padaku dan tak bisa berpaling. Wajahku tertutup setengah topeng harimau, jadi aku tak takut dia mengenaliku. Dari pantulan cermin, aku bisa melihat bayangan tubuhku yang tinggi, berotot dengan bahu bidang, pinggang ramping dan kaki panjang. Di antara para model, aku tampak paling menonjol.
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Dewa Immortal Naga Emas

Dewa Immortal Naga Emas

bisiknya pada dirinya sendiri. Master Assassin melangkah maju dan menempatkan Pedang Naga Emas di depan cermin dengan hati-hati. Saat pedang menyentuh permukaan cermin, kilauan cahaya putih menyebar dari cermin, dan bayangan pedang mulai terlihat di dalamnya. Namun, bayangan itu tampak tidak jelas dan bergetar, menimbulkan kekhawatiran di wajah Master Assassin. "Cermin Kebenaran tidak menunjukkan kejelasan," kata Master Assassin dengan nada cemas. "Ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pedang ini."
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

"Gue nggak mau lagi ngeliat cermin itu, Ga. Serius, ada yang salah sama benda itu." Arga menatap cermin itu dari jauh, merasa ada sesuatu yang benar tentang apa yang dikatakan Bram. Cermin itu tampak terlalu bersih di tengah-tengah kekacauan rumah yang lapuk. Seolah-olah cermin itu punya kehidupan sendiri—memantulkan bukan hanya apa yang ada di ruangan, tapi juga sesuatu yang tak terlihat oleh mata biasa.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Tatapannya tajam. “Kau tahu ini apa?” tanyanya, menunjuk pada kolam cermin. Lian tidak menjawab. Ravia melangkah mendekat ke Cermin Nasib, dan permukaan cair itu beriak. “Ini bukan cermin untuk melihat,” kata Ravia. “Ini cermin untuk memantulkan. Untuk menggeser.” Lian mengerutkan kening. “Menggeser?”
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai filosofi cermin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status