Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku
Jawab Flora sambil tersenyum, tapi kemudian dia meringis dan menyadari kalau sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah.
"Tidak, kamu tidak pantas mendapatkannya, kamu tidak salah, Flo."
"Itu menurutmu, Mbak. Beda orang, beda pandangan." Ucap wanita itu sambil tersenyum kecil.
"Tidak usah berdrama, Flora! Kau memang salah disini, berani sekali kau membentak-bentak Arifin!" Winda berteriak dengan lantang, seolah disini dia adalah orang yang paling benar. Padahal, kelakuannya tak ayal seperti orang gila.
Hot Chapters