Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Begin Again With You

Begin Again With You

Ia tidak perlu khawatir karena ia sudah meminta Malik untuk meminta soft file hasil foto itu kepada fotografernya. "Lang, coba aja lo tawarin hasil foto yang lo ambil tadi, siapa tahu bisa dapat seratus juta dari Adit." "Oh, iya, benar juga kata lo, Son." kata Elang yang kini langsung mengeluarkan handphonenya dan ia membuka galerinya. Ia tersenyum saat mendapatkan beberapa foto yang bagus tadi. "Gimana, Dit kalo satu foto satu juta?" Adit mengernyitkan keningnya. "Ogah."
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Pernikahan Bisnis Dua CEO

Pernikahan Bisnis Dua CEO

Gaunnya bergerak pelan, seolah mengikuti irama alam. Gerald mengangkat kamera, mengatur fokus. “Kamu berdiri di sana.” Elena menurut, berdiri di tengah padang rumput kecil yang dipenuhi bunga liar. Gerald mengangkat kamera lagi. “Look at me.” Elena menatapnya, bibirnya melengkung sedikit. Gerald menahan napas sejenak. Klik. Foto itu indah. Gerald mendekat. “Sekali lagi.”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

balas Elang sambil mencari bingkai pigura yang sempat ia buang ke lantai saat menyobek foto Syafira. Amanda menatap Elang yang kebingungan. "Kenapa, Lang? Kamu cari apa?" tanya Amanda penasaran. "Bingkai foto Syafira mana ya?" tanya Elang balik. Amanda ikut meradar lantai dan tak menemukan barang yang Elang cari. Padahal Amanda yakin kalau Elang hanya membakar sobekan foto 10R Syafira di asbak. Tubuh Amanda kembali mengigil ketakutan. "Pigura foto tidak punya kaki, lalu barang itu lari kemana?"
891 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Kembalinya Kesatria Pedang Giok Hitam

Kembalinya Kesatria Pedang Giok Hitam

Elang terdiam saat batuan itu sudah tak luruh lagi, matanya mengedar pandangannya ke atas, di langit yang biru dan Matahari terasa begitu dekat sekali. Balap blap blap blap terdengar suara sebuah kepakan sayap besar dari balik bangunan batu di mana elang bersembunyi. Spontan mata Elang langsung tertuju pada sumber bunyi tersebut, Sungguh kaget luar biasa, Elang melihat penampakan yang ada di depannya, sekor monster mirip naga, tapi bukan naga, berekor panjang bersayap dan mempunyai moncong yang sangat besar dengan gigi-,giginya yang runcing. tubuhnya berwarna gelap dengan tatapan yang seakan hendak menerkam Elang, lelaki itu segera menempelkan tubuhnya mepet ke dinding tembok bebatuan terseb
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Penawar Nyawa Sang Pangeran Terbuang

Penawar Nyawa Sang Pangeran Terbuang

Seekor elang berbulu hitam legam mendarat dengan sangat tenang di atas pagar pembatas balkon, tepat di depan Elena. Burung itu tidak bersuara, hanya menatap Elena dengan mata kuningnya yang tajam seolah mengenali siapa gadis di hadapannya. Sementara Elena membelalakkan matanya, jantungnya berdesir cepat saat melihat ciri-ciri fisik burung tersebut. "I-ini burung milik Ayah," gumam Elena, menatap tajam burung Elang itu. Pangeran Arlon yang melihat ada seekor burung besar hinggap di balkon langsung berdiri dari ranjang dan berjalan mendekat dengan rasa penasaran.
10604 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Gadis seksi itu mendekati meja belajar Elang dan memperhatikan satu-satunya foto yang menampilkan pemuda berseragam putih abu-abu penuh coretan dengan seorang wanita yang bisa ditebak adalah ibunya. Elang mewarisi pesona kecantikan wanita yang tertawa bahagia di dalam gambar. Foto yang mungkin diambil beberapa tahun lalu, hari dimana Elang lulus sekolah menengah atas. "Kenapa kamu? Ada yang aneh dengan kamarku?" tanya Elang selepas mandi, masih bertelanjang dada dengan rambut basah. Beberapa tetes air jatuh di dahi dan bahunya.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Istri 3 Miliar Sang Pewaris

Istri 3 Miliar Sang Pewaris

Hanya Sherly yang terlihat excited dan sementara Elang seperti menjagakan sesuatu. Elang yang terlihat kurang nyaman dan bahkan matanya sejak tadi melihat ke arah Gracia, sampai-sampai Sherly harus memegang pipi kekasihnya itu untuk fokus melihat dirinya dan Sherly yang semakin memperlihatkan keromantisannya yang bahkan mengecup bibir Elang. "Bagus!" sahut sang fotografer yang menyukai sesi foto yang seperti itu.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

Ketiganya berlari menembus hutan. “Tunggu!” teriak Fan Le tiba-tiba. Mereka langsung berhenti. “Kita beruntung sekaligus sial,” kata Fan Le dengan wajah masam. “Ini binatang terbang tingkat empat: Elang Petir Ungu. Ia juga sedang mengincar kita.” Wajah Zhao Yi langsung menegang.
9.548.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Me and My Destiny

Me and My Destiny

Mengambil gambar Kia dari berbagai sudut, menangkap berbagai ekspresi yang terpancar dari wajah Kia. Galeri ponselnya saat ini penuh dengan foto Kia, dan itu membuat Elang tersenyum puas. Sampai hatinya menggumam, “Sebenarnya gue jauh-jauh kesini buat liat pantai apa liat Rachel ya. Karena saat ini justru Rachel terlihat lebih menarik daripada pantai ini. Keindahan yang ada di dirinya, ternyata bisa lho, ngalahin keindahan pantai dan laut yang luas ini. Heran gue.” Elang terlihat menggelengkan kepalanya, tak lama kemudian Kia berteriak dari kejauhan. “Lang…”
9.918.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
LELANG PENGANTIN

LELANG PENGANTIN

Handoko, ternyata mereka juga harus menyeberangi pulau dengan sebuah yatch, hingga akhirnya tiba di sebuah alun-alun desa yang dipadati para manusia. Alan memperhatikan keadaan sekitar. Banyak orang yang terlihat berbicara dan tertawa dengan rekan-rekan satu kelompoknya. Ada juga yang datang sendirian atau berdua. Tidak hanya para pria, namun para wanita juga terlihat memenuhi area tersebut. Walaupun hanya satu dua orang. Menandakan pelelangan itu bukanlah pelelangan yang bisa menarik minat para wanita. Alan kembali memperhatikan wajah-wajah yang hadir. Bukan saja para pribumi yang memenuhi alun-alun titu, beberapa pendatang manca negara seperti dirinya juga ikut hadir.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai foto elang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status