Suamiku Jadul
Di rumah sakit tidak boleh.
Begitu kami sampai, bidan langsung memeriksa, pintunya masih buka dua," kata bidan tersebut, seraya memasang infus.
"Memangnya pintunya ada berapa, Bu?" tanya Bang Parlin, membuat Bu Bidan tertawa.
Beberapa jam kemudian, Bu bidan periksa lagi. "Sudah waktunya," kata Bu Bidan seraya menyuntikku.
Suami terus berdiri di sampingku. Sesekali dia lap keringat di dahiku.
Chapitres populaires