Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Bunga bougenville warna pastel bergelantung manis, sementara kolam kecil di tengah memantulkan cahaya lembut dari langit siang. Di salah satu kursi rotan, Dian duduk anggun dengan setelan rumah warna lembut. Di seberangnya ada Asara yang tampak elegan dalam dress krem, senyumnya tipis, manis, tapi jelas menilai. Sementara itu, Raras, istri Batara, duduk tidak jauh dengan wajah tegas khas orang yang gemar komentar tanpa filter. Begitu melihat Anindya, mata Dian langsung berbinar.
1039.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

Kenapa dia mempunyai tato itu? “Glagah, ada apa?” desak Diara. Glagah diam, melajukan mobilnya ke tepian sungai dan berhenti. Dicengkeramnya setir dengan kencang. “Kamu tahu tato yang ada di pundak Gita tadi? Kamu melihatnya kan? Tato besar berbentuk aksara Jawa yang dibuat melingkar?” tanya Glagah membuat Diara mengangguk.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Bertemu Janda Cantik

Duda Tampan Bertemu Janda Cantik

Sementara Shankar tengah asik tangannya berselancar di ponselnya. Nampak disana sang teman Frans memberikan sebuah pesan gambar. Terlihat gambar tersebut adalah sosok seorang wanita cantik dengan kulit putih bersih dan badannya seperti gitar spanyol. Mungkin lelaki mana yang tidak akan tergoda dengan kemolekan tubuhnya dan wajah cantiknya tersebut. "Shan,,, aku akan kenalkan kamu kepada Firsya ya, dia wanita cantik dan juga kaya." tulis pesan Frans.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

pinta Ratih manja yang hanya dijawab dengan anggukan kepala sang pacar. Ratih asyik memilih-milih baju. Bolak-balik ke ruang ganti utnuk mencoba. Karena sudah bete dan ceweknya terlalu lama, iapun ikut memilih-milih jaket yang terpajang rapi di gantungan. Sebuah jaket berwarna coklat tua menarik perhatian. Netra Ali melongo saat tahu harga yang tertera lumayan menguras kantong sebesar dua ratus dua puluh rupiah. Setara uang yang ia keluarkan untuk makan.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Di Atas Ranjang Om Rudy

Di Atas Ranjang Om Rudy

Satria sedikit tersedak makanannya, buru-buru Tante Katrin mencarikan Satria air minum. “Terima kasih,” ujar Satria pelan dan menghabiskan air minum yang disodorkan Tante Katrin. Diambilnya kembali gelas kosong itu dan dibawa masuk ke dapur. Langkah Tante Katrin terhenti ketika melihat foto dalam bingkai kecil yang lucu di dinding ruang tengah. Tante Katrin menyipitkan matanya untuk memperjelas foto yang dilihatnya. Dia sangat mengenali bayi yang sedang tertawa dalam gendongan Satria. Bayi itu Rangga, dan bukan hanya satu foto tetapi enam bingkai yang bergandengan dengan foto Satria berdua dengan Rangga.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Jatinegara menggambar lagi di pangkuannya, kali ini dengan warna-warna yang lebih gelap. Lila mengamati hasil gambarnya dengan tenang, meskipun dada terasa semakin sesak. Dalam gambar itu, sosok Arif duduk membelakangi sebuah bayangan besar. Sosok hitam yang tampak lebih tinggi dari semua pohon yang pernah mereka lihat. Dan di belakangnya, seolah menggantung… mulut raksasa yang terbuka, seperti ingin menelan. “Kenapa kamu selalu menggambar ini, Sayang?” tanya Lila perlahan, membelai rambut anaknya.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Pacar Kakak

Terpaksa Menikahi Pacar Kakak

gumamnya, suara nyaris tenggelam oleh kekecewaan. Tak tahu harus berbuat apa, Tara membuka media sosialnya. Ia menelusuri story satu per satu, tanpa tujuan. Hingga tiba-tiba— Sebuah story dari Dewa muncul di layar. Tara spontan menekannya. Matanya langsung tertuju pada foto Dewa yang tengah berdiri di balkon sebuah hotel. Pemandangan malam terbentang di belakangnya, dan tubuh Dewa tampak utuh dalam bingkai foto.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Bukan Mempelai yang Kau Inginkan

Bukan Mempelai yang Kau Inginkan

tanya Gantari setelah melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah yang ada di dekat pintu. "Sama suami dan anaknya yang paling kecil saja yang diajak," jawab Dirja. Masuk ke dalam ruang tamu, Gantari juga tak menemukan banyak perubahan selain tambahan satu bingkai foto yang terlalu mencolok di dinding bercat putih rumah itu. Foto pernikahan Dirja dan Gantari yang dibingkai dengan frame berukuran sedang. Satu-satunya hiasan di ruang tamu rumah Dirja selain jam berwarna hitam berbentuk lingkaran yang menempel di dinding.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan

Ngarep Jadi Istri Sultan Malah Jadi Gelandangan

tanya Rara pada diri sendiri. Saat sedang menyapu ada sebuah gulungan kecil berwarna putih kecoklatan yang menyembul ke atas tanah, saat gulungan kain itu terbuka Rara terkejut karena di dalamnya ada Poto dirinya dan Wira dicoret-coret menggunakan spidol hitam. Tak hanya itu ada beberapa helai rambut yang dililit-lilitkan, juga boneka kecil mirip manusia dengan beberapa jarum yang ditusukkan ke badannya.
1042.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai foto ratara dasi gantung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status