Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
"Kakak, lihat, deh kening aku ada lukanya, loh. Aku diledekin teman-teman karena ada luka bekas kecelakaan ini. Tapi, aku gak nangis, kok. Aku kuat, biar Kakak senyum terus."
Aku tersenyum hambar.
"Kakak ... sejak Kakak bobok, aku tidak punya teman gambar lagi. Eh, ada Om Soni, tapi dia gambarnya jelek. Aku tidak suka."
Shanum melepaskan tas yang masih melekat di punggung. Dia mengeluarkan kertas dari dalam sana, lalu menyimpannya di atas pusara Cahaya.
"Lihat, Kak. Tadi, aku gambar kupu-kupu di sekolah, tapi jelek juga. Enggak seperti kayak yang Kakak buat. Kakak ... Adik rindu Kakak ...."