Series Hutan Larangan
Cablak mulut Mita kalau ngomong.
“Nggak gitu juga keles. Ini demi kepuasan batin.”
“Nggak puas ya, urusan batin sama Bagus?”
“Puas, donk, anak aja udah tiga.”
“Banyakan anakku delapan, otw sembilan kalau jadi.”
“Hamidun?”
“Direncakanan, jadi nggaknya terserah aja.” Mita menyusun kanvas baru.
Dua orang sahabat yang sudah lama tak berjumpa itu kemudian melukis sesuka hati. Walau hasilnya sama-sama harimau, gunung, hutan, taman bunga, juga ular.
الفصول الرائجة