Wanita Penggoda
Aku ingin terlihat ceria dan bahagia di depan semua orang.
"Sayang, ceritakan semua kesedihanmu pada Om. Om pasti akan membantumu, Sayang ...." Meskipun merasa jijik, aku membalas ucapan lelaki bandot tua itu.
"Tidak ada, Om. Aku hanya teringat masa lalu sewaktu di desa. Om, tolong fotoin aku, ya? Nih, handphone-nya." Segera kualihkan pembicaraan. Menyerahkan ponsel pada Pak Sutiyoso agar mengabadikan momen-ku di depan bioskop. Setelah itu, seperti biasa aku upload ke beberapa media sosial. Memancing reaksi penduduk yang sudah menghina, mencaci maki, dan merendahkan Wulan dan keluarganya.
Hot Chapters