Mas, Ayo Bercerai!
Ia pergi ke kamar mandi, meninggalkan Zola sendirian dengan kehancuran itu.
Zola berlutut di antara robekan kertas. Tangannya gemetar, ia meraih potongan-potongan kecil itu satu per satu. Ada potongan yang bertuliskan “Selamanya milikmu,” ada yang “Cintaku takkan pudar,” ada yang “Kaulah duniaku.” Kini, semua itu hanya serpihan yang tak bisa disatukan lagi. Ia mencoba merangkai kembali, menyatukan huruf demi huruf, kata demi kata, tapi hasilnya hanya kekacauan.