Diantar Ke Rumahku
katanya gusar.
Belum sempat Friska menerangkan penyebab kemarahannya kepada Ferdi, film dimulai, dan akhirnya memutus percakapan mereka.
Sayangnya film itu ternyata tidak sebagus yang dia bayangkan. Dia membayangkan ending yang seharusnya bisa lebih menarik, jika dibuat berbeda dengan yang ditayangkan. Baginya, itu adalah sebuah 'Happy Ending' yang dipaksakan, sebab peristiwa yang dipilih untuk menjadi 'momentum' membalikkan situasi, baginya terlihat sebagai suatu peristiwa yang semestinya tak memberi dampak sepositif itu, sehingga bisa membalikkan keadaan. Tapi, entahlah.. Apa yang menurutnya terlalu mengada-ada, bisa saja memang mungkin terjadi. Lagipula, itu cuma film. .
Hot Chapters