Kania (Gairah Seorang Pembantu)
C_helinegairah janda kesepiancerita panas pembantukering sudah air matakukta kata sedih
Sesekali dia menatap diri di pantulan cermin lemari di sekitarnya, lantas senyum-senyum sendiri karena membayangkan aksinya tadi pagi dengan Adi.
Dia berputar, menari sendirian dengan suasana hati yang benar-benar menyenangkan.
Tak lama, dering ponsel Kania menginterupsi. Dengan decak sebal dari bibirnya, tangannya merebut benda pipih itu yang menunjukkan nama sang ibu di dalam sana.