Hati yang Kau Sakiti
Sesampainya di sana, ia membuka pintu perlahan, berharap menemukan sedikit kedamaian di dalam ruangan itu.
Namun pemandangan yang ia dapati membuat hatinya semakin terluka. Kiran masih terbaring lemah di brankar, wajahnya pucat, dengan selang infus yang menempel di tangan kanannya. Rambut coklatnya tergerai di atas bantal, embusan napasnya terdengar berat. Arka menatapnya dengan perasaan campur aduk—perasaan cinta, kesedihan, dan rasa bersalah bercampur menjadi satu.