Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

"Sangat kaya, Adrian. Di sana, perbedaan adalah warna sesuai dengan semboyan kebanggan kami, Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Masing-maisng punya ciri khas, ada batik dengan motif-motif filosofis; seperti Kawung dari Jawa atau Mega Mendung dari Cirebon. Ada kain Ulos yang sakral dari Sumatera, bahkan kain dari serat kulit pohon di Kalimantan dan masih banyak lagi. Suku-sukunya ribuan, bahasa daerag juga beragam, namun bahasa pemersatunya tetaplah Bahasa Indonesia. Banyak orang asing datang ke sana hanya untuk belajar budaya dan menginginkan rempah-rempah kami yang kaya. Adrian mendengarkan dengan seksama. Setiap cerita Yasmina seolah membuka jendela ke dimensi lain ya
895 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

tanya Jihan menyenggol pundakku. "Nggak. Cuma lihat pemandangan," ucapku sambil tersenyum kecil. "Oh iya, Dek. Kenapa kamu pakai cadar? Tapi pas video call kamu gak pakai," tanyaku mengutarakan rasa penasaran. Bukankah wanita bercadar memang sengaja ingin menyembunyikan wajah dari semua orang? "Ya karena Umi memang membiasakan aku sama kak Hilya untuk memakai cadar dari kecil. Kalau pas video call kan kita cuma perempuan, Kak. Jadi gak perlu pakai cadar."
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Tetapi kali ini semua orang dapat melihat jelas, ada kegelisahan yang menyeruak di tatapannya. "Ikuti perintah adipati Gara! Temukan nona besar Ishraq!" Seru Kaisar, menambah tekanan pada perintah. Giandra dengan cepat kembali menaiki kudanya, menyusul kelompok berburu adipati Gara. Di dalam hutan, Bima dan Faqih memacu cepat kudanya ke arah adipati Gara. "Yang mulia!" Adipati Gara menoleh, Bima menunjukkan sepatu wanita berwarna putih dan Faqih menyodorkan sobekan kain hanfu berwarna biru muda.
9.857.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova

Gadis Bercadar Incaran Sang Casanova

Pipinya memanas saat mengingat dirinya memeluk guling, menyebut nama Naomi. “Gila… Kalau saja dia nggak muncul, paparazi itu nggak akan dapat foto hoax itu. Papa juga nggak akan ngomong soal pernikahan. Huh! Aku paling benci denger kata itu.” Ia menyandarkan kepala pada lengannya, menatap kosong ke langit-langit. "Hmm… siapa sebenarnya gadis bercadar itu? Kenapa dia bisa nyari adiknya di kamar hotel? Keluarga religius kayak dia mana mungkin ada di tempat kayak gitu…"
93.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Putra Hartawan dari Rahim Perawan

tanya Marvel lagi. "Wanita yang bercadar memakai gamis warna hitam kemudian kerudung warna pink dan cadar warna pink untuk anak laki-lakinya memakai celana panjang hitam kemeja kotak-kotak pakai topi hitam dan memakai masker."
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Gadis Bercadar Kesayangan Mafia

Gadis Bercadar Kesayangan Mafia

Padahal mereka berharap seharusnya Alina memahami apa yang selama ini diterapkan oleh orang tuanya. Apalagi dengan penampilan Alina yang bercadar, akan sensitif sekali jika dilihat oleh orang-orang bahwa seorang wanita bercadar pulang larut malam, dan hal tersebut bisa memancing beragam asumsi buruk serta menjatuhkan nilai baik mereka yang sama-sama bercadar. Bahkan mungkin hal itu akan menjatuhkan citra pondok pesantren milik Kyai Usman yang selama ini sudah terkenal baik.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Aku memijat kakinya dengan perlahan. "Ulama beda pendapat tentang cadar. Da yang bilang wajib, da yang bilang tak wajib. Tak masalah awak nak ikut yang mana. Hanya je, bila awak mau bercadar. Jangan sepelekan orang yang tak bercadar. Orang yang tak bercadar pun jangan sepelekan orang yang bercadar. Saling menghargai je. Semua ada dasarnya." Aku diam. Merenungi yang Umma katakan. Masih galau mau pakai cadar atau tidak. "Tapi apa pantas orang seperti Alin pakai cadar Umma?"
9.781.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

ucap Ustadz itu lagi saat Si Ninja depan gue nggak merespon ucapan sebelumnya. Tapi dia kembali natap gue, ya nggak tau juga sih dia lihat wajah atau apa. Yang jelas kepalanya yang tertunduk seperti mendongak ke arah gue gitu. Kemudian tiba-tiba saja ambruk, entah deh? Dia pura-pura pingsan atau beneran, yang jelas para santri putri langsung mengangkatnya ke area khusus cewek dan gue langsung aja pulang. Speechless gue liat penampilan adik gue yang jadi kayak gitu. Huft! Ngeri abis deh kalo bener stigma yang tercipta di masyarakat Indonesia tentang golongan bercadar gitu.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
ISTRI vs MANTAN

ISTRI vs MANTAN

Jangan-jangan pemilik mata indah dan tak asing dari gadis bercadar yang kunikahi itu . "Bisa beri tahu alamat dan nama pondoknya Caca? Sekalian kalau ada foto yang pakai cadar lebih baik," ujarku gugup. Tio menautkan alis ke arahku, sedang Reina merogoh ponsel di saku gamisnya. Jantungku tiba-tiba disport hebat melihat dan mengamati beberapa gambar di galeri HP adik Zahrah itu. Setelah menzoom berkali-kali, tak salah lagi, dia gadis belia yang kunikahi dadakan.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Wanita Bercadar Itu, Istriku

Wanita Bercadar Itu, Istriku

Apalagi ketika Umi Salamah, Istri Ustadz Hakim kembali muncul diikuti seorang wanita bercadar di belakangnya. "Perkenalkan, ini Humaira. Putri angkat kami." Gadis bernama Humaira menganggukkan kepala ke arah kami. Untuk sesaat, aku terpaku ketika netra ini beradu tatap dengannya. Bola mata itu ... sangat persis dengan milik seseorang yang selama ini aku rindukan. Tak sadar, mulut ini menggumamkan namanya. "Khanza." * * Bersambung.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status