Murid Kesayangan
Namun, aku tidak mau ambil resiko, hubunganku dan Josie rusak, karena aku membuka peluang buat Leena kembali merapat.
Ting! pesan masuk di ponselku. Dari Leena. Sepertinya sebuah foto. Aku membukanya dan benar, Aiden duduk di kursi roda. Dia menunjukkan gambar yang dia buat. Bagus sekali. Gambar seorang pria, semacam sketsa hitam putih. Aku mengerutkan kening, itu gambar diriku.
"Lihat apa, Kak?" Josie datang dengan dua buah minuman hangat di tangannya kiri dan kanan.