Mempermalukan Suamiku Di Resepsi Pernikahanya
"Eh, sorry, yah. Tanganku terlalu mahal menyentuh kulit pelakor. Dih, pede banget jadi manusia."
"Halah, gak usah ngelak. Gak mungkin pulpen bergerak sendiri dan nyoret-nyoret muka aku."
"Hahaha, bisa jadi. Para kuntilanak dendam melihat pelakor sepertimu."
Aku tertawa puas menyaksikan ekspresi kemarahan Aida. Mukanya begitu lucu. Ada gambar Bunga matahari di kedua pipi, bulatan tompel di hidung, tanda silang tebal di bagian jidat, dagu dan bibir.