Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Bab 14 Ruangan ini cukup luas dan nyaman. Ada satu set meja kursi kerja dan satu set sofa. Dua lemari diletakkan merapat ke dinding. Beberapa pigura juga terpasang di dinding. Foto Raka dan keluarga mereka. Perempuan itu tersenyum, lalu melangkah menuju meja kerja. "Terima kasih banyak, Sania. Kebetulan aku sudah sangat lapar." Pria itu bangkit menyambut rantang itu.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
TEMAN WANITA AYAHKU

TEMAN WANITA AYAHKU

Sisa urusan dia ambil alih. Di meja nomor delapan yang agak tersembunyi di pojok, kami bertiga duduk. Di atas meja, ada tiga gelas: satu teh panas, satu jus jambu, dan satu cappuccino. Sepiring kentang goreng dan roti isi tuna jadi camilan bersama. Di luar, pohon flamboyan bergoyang ditiup angin. Bau kopi dan musik akustik mengisi ruangan.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Lengkap dengan sofa dan mejanya. Sebuah televisi besar yang menempel di dinding, meja rias, juga beberapa lemari besar berjejer rapi. Dilengkapi dengan kamar mandi super Elit, yang pintunya terbuka. Membuat Mia bisa melihat keadaan di dalamnya seperti apa. Dia cepat menoleh pada Gara dan melotot. “Gara, apa maksudnya?” “Ini kamar kita. Sudah, jangan bingung lagi.”
9.7205.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai gambar meja
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Nur Hidayah
jd kasian sama ibu Rita, tapi biarlah dulu biar jadi pelajaran buat bu Rita dan silvia supaya tidak menilai orang dari luarnya saja. semangat mia, semua kesedihan dan penghinaan selama ini terbayarkan oleh suamimu gara.
anitasaja0086
Novel ini berbeda dari yang lain. Tak ada dendam didalamnya. Yang buruk berakhir baik. Terimakasih Thor. Novel pertama' yang saya baca di apk ini. karena sangat penasaran dengan promo disosmed. Dan ternyata tak kecewa membacanya. Puas banget.
Baca Semua Ulasan
Atasanku, Suami Keduaku

Atasanku, Suami Keduaku

Arsya kembali mendekati Indah dan meremas pinggulnya sebelum ia berganti pakaian untuk olahraga. ***** “Kayanya kali ini aku harus pakai meja panjang di belakang rumah. Aku suka meja kayu itu. Santai sore di dalam rumah udah terlalu terbiasa. Lagian … kita jarang kedatangan tamu, kan? Mereka pasti suka. Pemandangan hijau, kolam renang, jus dingin, buah, pizza. Mereka pasti suka.” Indah berdiri mempresentasikan sebuah meja kayu di teras belakang rumah yang menghadap kolam renang berukuran sedang. Arsya memandang Indah dengan raut terpukau. Setelah hampir setengah hari di dapur, Indah tampil sangat prima dengan perut besar dan titik keringat di dahinya. “Abang … ngelamun?” panggil Indah lagi.
9.9358.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.2K kali sebagai gambar meja
Tampilkan Ulasan (189)
Baca
+Pustaka
juskelapa
Hai, pembaca. Kita sudah sampai di bab 280. Sekarang kita memasuki penghujung cerita Arsya-Indah. Terus dinantikan ya. Doakan setelah cerita ini selesai juskelapa menulis cerita baru sesuai rencana. Terima kasih untuk dukungan dan doanya selama ini.
Uswatunhasanah
isinya sangat mengharukan,rangkaian kata perkalimatnya mudah dimengerti .mudh dicermati,bahasanya ringan ,alurcerita membuat ketagihan dengan klanjutannya.dan yg oasti tidak mudah ditebak isi dan endingnya..
Baca Semua Ulasan
Sebatas Istri Palsu

Sebatas Istri Palsu

Dia mengedarkan pandangannya mencari di mana tempat pria yang harus ditemuinya itu. “Ada yang bisa saya bantu?” tanya Pramusaji pada Myesha. “Saya mencari meja nomor tujuh.” Myesha menjelaskan apa yang dicarinya. “Mari saya tunjukan.” Pramusaji mempersilakan Myesha untuk ke meja yang dituju. Myesha menuju ke meja nomor tujuh, diantar oleh pramusaji. Sambil berjalan, dia mengedarkan pandangan. Restoran tampak sepi. Mungkin karena memang masih pagi. Jadi belum banyak orang yang berkunjung.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
MEMBALAS HINAAN BAPAK (Cerita Cinta Sang Caddy)

MEMBALAS HINAAN BAPAK (Cerita Cinta Sang Caddy)

Sebuah sofa bed terpajang di sana, ada televisi yang dibiarkan menyala memantau chanel berita, televisi dengan ukuran besar menempel di dinding dengan elegan, pendingin ruangan dan foto-foto pernikahan Sumi dengan Yamada yang terpasang di sana. Ada sebuah meja kecil yang saat ini dipinggirkan menjadi sejajar dengan sofa bed yang terletak di atas karepet berbulu lembut yang menutup lantai dan memenuhi sisa ruangan. Zaki menelan saliva, tenggorokannya tercekat melihat perempuan yang tampak anggun dengan gamis dan kerudung lebarnya tengah terisak. Duduk bersimpuh di lantai dan menjadikan sofa bed itu menjadi sandaran. Ada sebuah benda pipih bergaris dua warna merah tergeletak di atas meja. Kedu
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
Cincin Pemikat Jodoh

Cincin Pemikat Jodoh

"Sadisss!" Wira dan Gami kebagian meja di tengah-tengah ruangan. Sebenarnya Gami maunya dapat tempat di pojokan. Siapa tahu, 'kan, dia bisa mengambil kesempatan untuk memegang-megang tangan Wira? Namun, sepertinya Tuhan tahu niat buruk Gami. Satu-satunya meja dipojokan sudah diisi oleh pengunjung yang datang beberapa detik sebelum mereka.
7.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
Love in The Game (INDONESIA)

Love in The Game (INDONESIA)

Seketika alat pemindai itu mengeluarkan semacam cahaya berwarna hijau yang bergerak dari ujung kepala Claire hingga ke ujung kakinya. Pindaian selesai. Claire kemudian membawa set permainan itu ke atas meja. Ia meniup debu yang menutupi permukaan meja lalu meletakkan alat berupa monitor dan keyboard joystick itu di atasnya. Claire kemudian membersihkan kursi yang ada di belakang meja itu sebisanya, sedikit terbatuk karena debu yang keluar saat ia melakukannya. Kemudian, ia pun duduk dengan nyaman di atas kursi, siap untuk bermain game. Ia pun menekan tombol ‘start’.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
Cinta di Puncak Dunia

Cinta di Puncak Dunia

Di ruang rapat utama, hanya ada suara ketukan jemari Tama pada permukaan meja kayu jati yang dilapisi marmer. ​Reygan duduk tegak di sisi kanan meja panjang di samping ayahnya. Dasi sutra hitamnya sudah kembali terpasang rapi, membingkai kemeja abu-abu gelap yang melekat pas di tubuh tegapnya. Wajahnya datar, berusaha tenang di tengah diskusi panjang tentang proyek besar yang akan mereka jalankan. Di belakangnya, Lingga berdiri sigap dengan tablet di tangannya.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

Lima menit kemudian meja itu siap. Mereka berdua pun jalan mendekati meja yang terletak di samping jendela itu. Benda elektronik itu berbentuk segilima. Dengan atasnya yang nampak seperti kaca. “Selamat datang! Silahkan kalian pilih, menu apa saja yang ingin kalian pesan!” seru meja kaca itu. Irimie bergumam sambil melihat layar meja kaca yang menunjukkan makanan serta minuman. “Kau ingin apa Kak?”
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai gambar meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status