Cinta karena benci
kata papa Reza seraya menatap satu persatu orang yang berada di sekitarnya.
“Wah bagus itu, kalau bisa cepat mengapa harus lama-lama,” timpal Abi Miftah.
“Ngomong-ngomong, Ana ke mana? Kok enggak kelihatan, ya,” tanya mama Tari.
“Tadi sih izin mau ke toilet dulu, sebentar lagi juga datang. Itu dia,” jawab Umi seraya melihat ke arah Ana.
“Selamat malam Om, Tante, kak Se-,” ucapan Ana terhenti ketika pandangannya menatap manik hitam milik Sean.
Hot Chapters