Nah, cerita Hans dan Nayla ini menarik banget, gengs! Awalnya mereka ketemu di acara musik indie di Bandung tahun 2018. Hans yang waktu itu jadi bassis band lokal 'Kawah' langsung ngeh sama Nayla yang lagi perform baca puisi bareng light projection. Yang bikin chemistry langsung nyala? Mereka berdua ternyata suka banget sama karya-karya Pramoedya Ananta Toer, sampe debat kecil soal 'Arus Balik' di warung kopi abis acara. Dari situ, mereka mulai sering collab di project seni gabungan musik dan sastra, pelan-pelan tumbuh jadi hubungan yang lebih personal. Yang lucu, Nayla sempet ngira Hans itu sok cool karena selalu pake kacamata aviator padahal minusnya beneran tinggi!
Yang bikin hubungan mereka awet mungkin karena mereka punya passion di dunia kreatif tapi dengan pendekatan berbeda. Hans lebih spontan dan intuitive, sementara Nayla super detail dan terstruktur. Justru perbedaan ini yang bikin dynamic mereka seru - kayak yin dan yang saling melengkapi. Sampe sekarang masih sering liat mereka posting project bareng di Instagram, kadang musikalisasi puisi, kadang eksperimen visual pakai AI art.