Dosa dalam Cinta
Peta itu berwarna kusam, kertasnya rapuh, bergaris-garis retak seperti urat luka yang menghitam di kulit manusia, dan di sudutnya, ada noda cokelat tua—bekas darah yang mengering bertahun-tahun lalu.
Anak itu duduk di seberangnya, mata besarnya membelalak penuh tanya, tangan kecilnya gemetar saat menyentuh ujung peta yang terasa dingin, seolah masih menyimpan bisikan roh yang terkunci di dalam garis-garis kuno itu.
“Ayah... apa ini?” suaranya lirih, gemetar, seolah takut bahwa dengan menyebutkan pertanyaan itu, ia akan membangkitkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Hot Chapters