Dok, Please Cukup!
ucap Nindy, suaranya sudah mulai berat menahan kantuk.
"Nanti kita liat lagi bareng-bareng," jawab Malik, menyisir rambut istrinya pelan dengan jari, mendengarkan tanpa memotong ceritanya sedikit pun.
"Terus Bi Inah tuh anehnya, sendok selalu disimpen di laci yang salah," lanjut Nindy, kalimatnya mulai terputus-putus, "padahal udah aku kasih tau berkali-kali laci yang bener yang mana..."