SERULING SAKTI SANG NAGA
Keringat dingin mulai membasahi dahinya, dan nafasnya tercekat di tenggorokan.
Nergui mengikuti arah pandangan Jargal, ia menunduk mengamati kakinya sendiri. Perlahan, seperti topeng yang terlepas, wajahnya berubah. Dari ekspresi kecewa dan memelas, bermetamorfosis menjadi seringai yang menakutkan. Kedua ujung bibirnya tertarik ke atas sangat lebar, bahkan terlalu lebar dari yang seharusnya. Gigi-giginya yang tajam terlihat jelas, berkilau di bawah cahaya remang-remang.
"Adikku, rupanya kau sudah tahu!" Suara Nergui kini berubah, tidak lagi lembut melainkan serak dan dalam, seperti geraman binatang buas yang terusik dari tidur panjang.