Misteri Pembalut Di Kamar Iparku
Seluruh uang hasil penjualannya, ditambah dengan tabungan rahasia Bobi yang ditinggalkan dalam pouch, kami serahkan untuk pembangunan Masjid Al-Salma di kampung halaman Ibu.
Kami pindah ke lantai atas ruko. Tempatnya memang sempit dan bising oleh suara truk pengangkut sembako, tapi di sini kami merasa lebih hidup. Kami melanjutkan usaha grosir Ibu. Siti, Wati, dan karyawan lainnya tetap setia bersama kami.
Suatu sore, Cindy datang berkunjung. Ia mengenakan gamis pemberian Ibu Salma sebelum meninggal. Wajahnya tampak jauh lebih tenang.