Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku

Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku

"Tidak semua. Ada juga yang menjual ke Bu Rosidah. Nenek Mas Tristan, pria yang waktu itu jatuh ke sawah sama kamu," "Oh.." Aku mengangguk paham, lalu kembali mengamati interaksi orang-orang di depanku sembari menunggu Om Dimas berbicara dengan anak buahnya. Dari lumbung, Om Dimas membawaku ke toko induk. Sama seperti sebelumnya, toko induk milik Om Dimas tidak seperti yang kubayangkan. Tak hanya beras, ternyata di toko ini juga menjual kedelai, jagung, gula dan minyak goreng. Dan semua barang tidak jual satuan. Dengan kata lain toko ini tempat untuk pembelian grosiran.
1011.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 316 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

timpal Pak Kusnan. “Bu Lastri tuh, Pak. Datang-datang teriak-teriak.” Sungut Murni. "Aku tidak akan teriak-teriak kalau penjual soto celana dalam ini tidak memulai duluan!" Ibu menunjuk Mbok Karsiem. "Soto celana dalam?" Orang-orang yang ada di sana terkejut mendengar perkataan Ibu. "Iya, perempuan tua ini menggunakan celana dalam sebagai penglaris," jelas Ibu.
108.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 307 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

Seperti yang Nisa perkirakan, Yanah dan suaminya menanyakan oleh - oleh dari mereka. Yanah melihat saat Iman, Nino dan Doni menurunkan barang dari mobil. Selain koper - koper, banyak sekali bungkusan panganan khas oleh - oleh dari Bandung yang menerbitkan air liurnya. Ia juga melihat kotak bolen pisang dari merek terkenal.
103.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 95 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

Setiap hari jumat selalu ada promo tebus murah untuk kaum dhuafa. Grosir juga menerima titipan barang jualan. Awalnya hanya titipan Bapak dan Ibu penjual rempeyek, tapi setelah aku membicarakannya pada Bu Bos, dia justru menyuruhku menerima siapapun yang ingin menitipkan barang. Hingga akhirnya cukup banyak yang menitip di grosir ini. Seperti gula merah, beras, sampai kue-kue basah pun ada. Mas Hasan pun nyambi jadi agen pulsa. Kata Bu Bos, grosir ini bukan bisnis semata tapi memberdayakan ummat. Kami punya harapan yang sama, ada rezeki mereka melalui grosir ini. Bu Bos juga sudah menyediakan cash register untuk memudahkan pekerjaan kami.
1017.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 370 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku

"Ya, anggap aja ini sedekah. Selain itu, ini bisa jadi cara buat narik orang-orang supaya mereka kembali belanja di toko kita.” Mas Halbi terdiam sebentar, lalu tersenyum kecil. “Boleh juga idenya. Ya udah, ayo kita siapin sekarang.” Tanpa menunda lagi, kami mulai mengemas sembako. Aku dan Mas Halbi bekerja dengan penuh semangat, berharap usaha ini bisa mengubah keadaan. Satu per satu plastik kami isi dengan satu liter beras, lima bungkus mie instan, satu liter minyak goreng, satu kilogram gula, dan setengah kilogram telur. Setelah semuanya terbungkus rapi, kami menjajarkan plastik-plastik itu di depan toko.
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 188 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Racun Mertua

Racun Mertua

ucap Bang Hasan hati-hati. "Oh iya tentu saja, Bang." Kita juga belanja sembako buat Ibu kok, gumamku pelan. Mana mungkin aku melupakan Ibumu Bang. Sesampainya di grosir yang aku minta, lekas aku mengambil dua karung beras tiga puluh kilo, sepuluh liter minyak goreng, gula, teh, hingga shampo, sabun mandi, sabun colek. Lalu meminta penjaga grosir tersebut mengantarkannya dengan becak ke rumah kami.
1020.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 660 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

Wartini bicara, “Kalau ada bahan makanan, Irma pasti masak yang lebih enak daripada nasi usuk ini. Tapi di dapur masih belum ada sembako, kulkas juga masih kosong.“ Ruhiyat menoleh pada Irma. “Nanti kamu belanja, lengkapi sembako dan isi kulkas. Nanti uangnya saya transfer.” “Makasih Yang.” Irma tersenyum pada suaminya. “Kalau Ayang nggak keberatan, aku juga pengin melihat-lihat dulu barang di Trusmi, maksudku barang untuk jualan.” Trusmi adalah nama sebuah kampung batik, yang menjadi sentra pembuatan dan penjualan batik, terletak di Kabupaten Cirebon. “Nanti sekalian aku transfer, tapi kamu harus bisa mengelola, mana uang buat keperluan makan dan rumah ini, mana uang modal untuk jualan.”
3.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 110 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris

Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris

Beberapa kantong putih berlogo indomayet berukuran besar dan penuh ditenteng di kedua tangan. Aku berdiri menghampiri lelaki itu. Selain berang-berang itu, kulihat juga di teras rumah, aku melihat beberapa karung beras beserta bahan pokok lainnya. Seperti telur, minyak, gula, dan sebagainya. “Kenapa bengong? Ayo bantu aku bawa masuk semua sembako ini!” seru Malik. Aku terdiam, menggaruk kepala yang tidak gatal. Bertanya-tanya, kapan dia membeli semua ini?
4.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 125 Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang

Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang

"Boleh. Tapi cuma satu aja ya," "Hm," gumam Danis dengan girang. Sebelum pulang ke rumah, aku menyempatkan diri untuk melipir ke sebuah ruko yang ada di perempatan jalan dua blok jauhnya dari pasar. Inilah ruko yang telah aku beli dengan penghasilan sendiri dan hendak aku jadikan sebagai toko grosir yang menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya. "Pagi semua," sapaku pada para pekerja yang tampak sibuk mengecat tembok.
9.199.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.2K Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Sebuah pesan dari Alisa di Bandung masuk, mengirimkan foto toko grosir Ibu yang baru saja menambah stok beras dan minyak goreng. "Lihat ini, Sab. Ibu benar-benar nggak mau diam. Katanya minggu depan mau pasang papan nama toko yang lebih besar pakai lampu LED," kataku sambil memperlihatkan layar ponsel. Sabrina tertawa kecil. "Ibu memang luar biasa, Mas. Semangatnya itu lho yang bikin Alisa juga ketularan rajin kuliahnya. Oh ya, jangan lupa kirim salam buat Ibu kalau nanti teleponan lagi."
1081.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.7K Beses bilang gambar toko grosir sembako
Read
+Library
PREV
1234569
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status