Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

Awan berdiri dengan kaki yang sudah bergetar hebat, tubuhnya sudah sangat lemah. Meta tidak menyangka jika lawan yang sudah sekarat masih bisa membalas dengan telak. Itu membuat Meta semakin diselimuti oleh nafsu membunuh yang pekat. Meta melesat dengan cepat. Baaammm Sebuah pukulan cepat dari Meta masuk dengan telak dan membuat Awan terhempas kelantai. Kesadaran Awan seperti diujung tanduk, posisinya yang tertelungkup tidak lagi sempat menangkap bahaya yang datang menghampirinya. Rupanya Meta sudah sangat kalap dan melupakan pesan 'tuan'nya, ia berniat menghabisi Awan dalam pukulannya yang terakhir itu.
8.9355.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.9K kali sebagai game awan
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Baca Semua Ulasan
PAWANA

PAWANA

Aku membuka handphone saat tiba-tiba sebuah notifikasi pesan w******p muncul. Alin : [Kay, gimana keadaanmu?] Kayra : [Aku udah rebahan Lin, semoga nanti enakan.] Alin : [send a photo] Alin : [Aku pengen beli jam tangan. Pilih satu diantara dua yang ku kirim!] Aku mengunduh foto yang dikirim Alin. Dua jam tangan warna putih dan biru. Aku dominan menyukai warna putih.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
ARWAH SI KEMBAR

ARWAH SI KEMBAR

Aku berdecak geram. Hingga senja mulai menampakkan awan jingga, namun belum jua ada tanda-tanda kepulangan suamiku. Aku mondar mandir di teras dan berulang kali melirik gawaiku, tak ada pesan maupun panggilan dari Mas Dirga, ku buka aplikas berwarna biru maupun warna hijau, namun nihil. Aku teringat pesan Ibu perkara sandikala.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
Isyarat Kasih Untuk Awan

Isyarat Kasih Untuk Awan

"Assalamu'alaikum gadis Papa, kuatlah, Nak. Di luar cuaca sangat bersahabat, langit cerah namun tak memancarkan terik matahari yang panas. Papa akan memberimu nama Cloudy, putihlah hati seperti awan dan melindungi dari rasa panas dan amarah." Bayi Cloudy tak bergeming, Akmal lalu melakukan Azan di depan inkubatornya. Suara Akmal yang merdu, kala melantunkan Azan membuat sebagian perawat dan bidan di ruang Nicu yang mendengar bertasbih dalam hati.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
Wagiman

Wagiman

Vina, senyumanmu yang ternyata membuat andrenalinku selalu meningkat. Terimakasih untuk semua yang masih setia dengan cerita WAGIMAN, mohon maaf baru bisa menulis lagi selama hampir sebulan lebih tidak menulis. Semoga dibulan oktober ini cerita WAGIMAN bisa lebih menarik dan lebih seru lagi dari sebelumnya. Tinggal dikit lagi tamat yuk, jangan lupa kirim review ya..
9.29.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Pasukan elit Wanawaron yang hanya sepuluh orang itu bertahan dengan kekuatan yang seolah tak terbatas. “Tidak mungkin...” gumam Candra, matanya menyipit. “Mereka seharusnya sudah tumbang!” Dia memberi isyarat halus pada beberapa pasukan terdekatnya. Dengan gerakan tersembunyi, mereka mulai mundur perlahan ke arah dinding gua tertentu, sementara pasukan lainnya terus menekan serangan. Ratu Arunya yang sedang fokus bertarung, tidak menyadari gerakan mencurigakan ini. “TERUS LAWAN!” teriaknya, pedangnya berkilat memantulkan cahaya obor.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
Sang Sekretaris

Sang Sekretaris

“Aku, sedang ada di puncak karir saat ini, Ga. Dan nggak setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan aku dapat—” “Dan aku akan mempertimbangkan, untuk cari ibu baru buat Awan.” Aga sudah tidak ingin lagi berdebat karena terlalu lelah. Ia memilih pergi seperti tujuannya semula, Pergi ke kamar dan langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin. “Ibu baru untuk Awan, atau kamu yang memang nggak bisa—”
10271.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai game awan
Tampilkan Ulasan (87)
Baca
+Pustaka
Demigoddess
iya bener dengerin tuh kata Bening...apalagi selama ini yg getol minta rujuk ya si Vira ini. Kamu mgkn merasa kamu uda kenal Vira luar dalam cuma krn pernah menikah slm 5thn lebih Ga. tapi manusia bisa berubah. kamu gak tau apa yg ada di otaknya kalo uda nekat.
Shifa chibii
eh tapi pas dah baca,ya jujur y,,awalny emang agak gmn y ma pasangan ini,tp lama2 Lope lope jg,,apalagi badasny bening pas ngelawan para musuhny.keren abis,sekarang aga udah cerai dan mo ketok palu tinggal di gas yg kenceng aja y pak aga..hihihi..lanjut mbak beib..seru bnget ceritany,,suka suka suka
Baca Semua Ulasan
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Wuri menatap kembali jam tangannya, lalu mengangguk. “Kamu cepat sekali ganti bajunya?” Wuri takjub, karena Awan sudah siap dengan penampilan berbeda dari sebelumnya. “Iya. Aku pakai alat Doraemon.” Jawab Awan asal. “Ngawur kamu!” Wuri tersenyum mendengar jawaban Awan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
GGAP 2 : MR. NOBODY

GGAP 2 : MR. NOBODY

Meski madam Gao telah menguasai area 15 meter di sekelilingnya dengan kekuatan telekinesisnya, dia harus menebak lebih keras dari posisi mana Awan akan memunculkan dirinya. Tapi, itu tidak bisa dibilang sepenuhnya terbebas, karena raga Awan masih terkurung dalam jangkauan telekinesisnya madam Gao. Awan sendiri tidak berniat untuk keluar dari sana, karena tujuannya sekarang adalah menghabisi ketiga orang yang ada didalam sana untuk membalasakan dendam Harvard dan Neo. Woosh. Setelah mengambil dua pedang wakizashi di tangan Neo, Awan dengan cepat menghilang menggunakan kekuatan perpindahan ruang.
9.9676.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.7K kali sebagai game awan
Tampilkan Ulasan (188)
Baca
+Pustaka
Dede Permana
Om thor berhubung lama nih di approve nya. Update di GGAP 2 aja. Kesel nih ga ada bacaan berkualitas. Lemot amat admin goodnovel nya. Novel sekuel kok harus di review lagi. Padahal langsung aja approve. Wong sudah ada 2 novel sebelumnya yg laris manis ......
Dede Permana
Ini bagaimana sih admin goodnovel, kalo cerita yg masih berlanjut kemudian ganti buku. Kayaknya ga usah lama nunggu persetujuan. Wong 2 buku sebelumnya laris manis. Cepetan ya. Udah ga sabar nih baca Ggap 3 The Last
Baca Semua Ulasan
AURORA

AURORA

“Kau memberitahukannya dengan begitu detail seakan-akan kau juga terlibat dalam penelitian ini.” Aku menggeleng dengan tawa tanpa humor, “Aku memainkan sebuah video game ketika kecil. Dan ada makhluk yang mirip seperti ini di sana. Kemudian aku mencoba untuk mencocokkannya dan... yeah, begitulah.” Ahin mengangguk-angguk ngerti, kemudian meneliti dengan cermat tubuhku. Mungkin dia sedang mencari apakah di tubuhku ini ada luka serius setelah diserang oleh makhluk mengerikan itu.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai game awan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status