NODA
Kemudian kembali mencoba untuk membujuk Nizam.
"Eh, Nizam, nanti pulang kerja Mama beliin mobil-mobilan baru, mau?"
Ia masih bergeming.
"Dua," lanjutku menunjukan dua jari ke arah Nizam, meyakinkan.
Ia tampak berpikir. "Oke, dua, tapi makan dulu biar kuat mainnya nanti," ulangku.
Ia mengangguk meski tidak begitu bersemangat. Selama ini kami hanya bisa menahan dan membujuk Nizam untuk tidak bertemu Dokter Megan, karena dia akan terus mencari jika sampai bertemu lagi.