Gairah Cinta Kakakku
Papa melebarkan pintu, mengajak mereka masuk.
"Iya, Om. Om Dono apa kabar? Aku Atta lho, Om. Om masih ingat, kan?" sahut Kak Atta, suaranya ramah, sambil mencium punggung tangan Papa dengan hormat.
"Iya Om ingat kok, kabar Om juga baik." Papa tersenyum.
"Kalau aku Baim, Om. Yang paling ganteng, masa nggak ingat?" Giliran Kak Baim yang mencium punggung tangan Papa, nada bicaranya sedikit bercanda, mencoba untuk mencairkan suasana.
Hot Chapters