Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Istri Bukan Babu Gratisan Mas!

Aku Istri Bukan Babu Gratisan Mas!

Usai sudah perjalanan hari ini, badanku begitu lelah karena membawa Kayla berkeliling kota seharian. Perutku terasa mual, mungkin karena aku kurang makan nasi yang membuat asam lambungku naik. Kepalaku menjadi pusing saat melihat berbagai kekacauan di dapur jangan ditanya lagi, berantakan itulah kondisi dapur ini sekarang. Kubuka rice cooker berharap ada nasi disana yang bisa kumakan tapi nihil sebiji pun tak ada.
7.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Comeback

Comeback

“Kok udahan?” “Kenyang, Mbak,” jawab Anya. Sebenarnya dia masih merasa lapar, tapi begitu mengingat masa lalu membuatnya tidak berselera. Mungkin nanti saat pulang, dia akan membeli pizza untuk mengisi perutnya saat sore hari. “Kamu makan baru sedikit, loh, An. Atau kenyang yang kamu maksud itu ... kenyang dengar omongan mereka, ya?” bisik Gifa. Anya hanya tersenyum tipis.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

Masak seorang Bimbim yang suka becanda bisa senaif itu? "Aku lapar." Hah? Tak ada angin tak ada hujan, setelah sekian menit kami terdiam akhirnya dia bersuara dengan mengatakan 'aku lapar' uh ngeselin gak sih? "Aku memutar mobil kearah restoran makanan ala Indonesia. Kalau ku bawa dia ke restoran sembarangan takut lidahnya gak cocok dengan makanan di sini, aku tahu karena aku juga punya pengalaman pribadi mengenai makanan di luar."
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Arjuna & Julia (INDONESIA).

Arjuna & Julia (INDONESIA).

Rasa lapar memberinya kekuatan untuk terus melangkah, meskipun rasa sakit itu terasa perih. Sesampainya di dapur, Julia melihat sisa makanan yang disimpan di dalam kulkas. Ia menghangatkan makanan tersebut dan memakannya dengan lahap. Rasa laparnya terpuaskan, dan ia merasa lega. Julia tahu bahwa ia seharusnya tidak memaksakan diri untuk turun ke bawah. Tapi, ia tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk makan. Ia ingin segera mengisi perutnya yang kosong. Setelah makan, Julia kembali ke ranjangnya. Ia merasa lelah, tetapi ia juga merasa bahagia. Ia telah berhasil mengatasi rasa laparnya sendiri, dan itu membuatnya merasa semakin kuat.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

jawabku santai sambil melihat ponsel. "Belum masak? Udah jam berapa nih? Aku lapar." "Loh, perutmu yang lapar kenapa bilang aku?" "Iya, masakannya mana?" "Cari sendiri lah, itu urusan perutmu bukan urusanku," jawabku sinis. "Masak sana, Ibu juga kelaparan." "Untuk Ibu, ntar nasi pake garam aja, beres kan?"
1073.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

“Mas Ipang keberatan nggak ya kalau aku naik berat badan karena belakangan ini lagi banyak makan?” Julie memperlambat kunyahannya dan Candy yang duduk di sampingnya, mendengarkan dengan saksama. “Sebenernya aku sadar sih, belakangan ini aku gampang laper,” lanjut Julie lagi. “Aku pernah coba buat minum aja pas laper, soalnya belum lama selesai makan kok udah laper lagi. Eh, yang ada aku malah stress dan makin kelaperan….”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Mengabaikan crayonnya. “Pak Guru mau memasakkan buat Lala?” gadis kecil itu meletakkan bonekanya, ia mendekati Pak Ano, duduk di sebelahnya, melambai-lambaikan kakinya di udara, sengaja dibenturkan di badan sofa, lantas menatap wajah orang tua itu. Kalimat Lala sepertinya bisa dijadikan saran. “Lala lapar, Lala bosan dengan masakan Kak Fira! Nasi gorengnya asin, sayurnya kadang tidak enak, kalau menanak nasi Kak Fira juga sering belum terlalu matang.”
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Ternyata Kamu yang Aku Cintai

Ternyata Kamu yang Aku Cintai

'krucuuk!' Tiba-tiba perut Eddy berbunyi nyaring. Eddy merasa malu sendiri mendengar suara yang dikeluarkan oleh perutnya. Dia menggerutu di dalam hati mengapa setelah ada Milla dia jadi gampang sekali lapar? Padahal sebelumnya dia bukan orang yang hobi makan dan malah sering malas makan. Milla terkekeh geli ketika mendengarnya.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Skandal Cinta Pilot Angkuh

Skandal Cinta Pilot Angkuh

"Terserah kamu Jar, tapi, beneran perut aku nggak enak banget ini." "Iya kenapa perut kamu nggak enak?" tanya Fajar gemas, kenapa lagi kekasihnya ini. "Sakit banget butuh asupan," ucap Joya sambil mengusap-usap lengan Fajar. "Asupan apa?" "Jar ih ... kamu mah nggak ngerti ih ... aku teh lapar," ucap Joya yang entah kenapa tiba-tiba berkata dengan logat daerahnya dan membuat Fajar tertawa pelan.
10620.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.1K kali sebagai gampang lapar
Tampilkan Ulasan (135)
Baca
+Pustaka
Ratna Juwita
hai gallon, ketemu lagi disini.. masih ingat kan (malunya kalo udah lupa ......}.. maaf ya baru bisa komen skrg soalnya telat ngikutin cerita ini, pas mau baca udah kesekian puluh bab, tp gem... aku cuma buat gallon kok hehehe..suka ceritanya apalagi byk "hareudang'nya, kadang sampe nggak kuat bacanya
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

Lucan berhenti, tanpa sadar menarik napas dalam-dalam. “Baunya…” “Enak sekali…” bisiknya. Matanya terpejam sesaat. Ada senyum kecil yang muncul begitu saja di sudut bibirnya—asing, polos. Perasaan itu muncul lagi di dadanya. Bukan energi suci. Bukan rasa sakit. Bukan panggilan takdir. Keinginan yang sederhana. Lapar. Lucan membuka mata. Pandangannya tertuju pada deretan kedai—panci besar mengepul, daging dipanggang, minyak mendesis. Perutnya kembali berbunyi pelan, kali ini lebih jelas.
10587 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status