Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mainan Malam Sang Miliarder

Mainan Malam Sang Miliarder

"Lapar, hm? Tadi siang sepertinya kau makan udang bakar seperti orang kesurupan. Sekarang sudah lapar lagi?" Yara mendongak, mengerucutkan bibirnya dengan kesal. "Itu kan tadi siang! Bermain air dan berlari mengejarmu itu membakar banyak kalori tahu! Perutku sudah bernyanyi keroncongan sejak sepuluh menit yang lalu."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Agung langsung ketawa. “Lu lagi masa pertumbuhan kali, Nyet. Makanya makan banyak.” Rangga menggeleng pelan. “Gak mungkin…” gumamnya, lalu menghela napas. “Mungkin gue stres kali ya.” Agung masih nyengir. “Apaan lagi coba dah.” Rangga menyender sedikit, mulai ngelantur pakai logikanya sendiri, “Stres sama lapar itu kadang mirip. Otak manusia bisa salah interpretasi. Jadi lu ngerasa lapar, padahal sebenarnya karena stress.”
10563 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Bisikan Dosa

Bisikan Dosa

"Babi pun lucu kalau gemuk." Alana mendengus pelan namun mulai menyantap omeletnya. Rasa lapar dan rasa enak dari makanan itu perlahan membuat Alana lupa dengan ketegangan pagi tadi. Ia bahkan tanpa sadar menggoyang-goyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri saat merasakan kelezatan sarapannya, sebuah kebiasaan kecil yang biasa ia lakukan saat merasa senang.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pembantu

Aku Bukan Pembantu

Hanya seperti orang lelah. Andini yang masih di ruang tamu menggeleng. Ketegangan membuat rasa laparnya menguap. "Saya nggak apa-apa." Gery yang baru menutup ponselnya memperhatikan lalu mendekati Andhika. "Pak, mungkin kalau makanan berat sulit masuk. Kalau bakso, saya kira masih bisa," bisiknya. Andhika meliriknya. "Hubungi dapur."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Lelakiku Sedingin Es

Lelakiku Sedingin Es

Prana seolah tidak merasa bosan untuk terus memandangi kelebihannya itu. "Pran, aku lapar." Ganis menyentuh perut, yang mulai terasa perih. "Kita pesan online saja, ya?" usul Prana. Ikut mengelus perut mulus istrinya. "Pasti lama." Ganis menunjukan ketidaksabarannya. "Sudah lapar sekali, ya?" Ganis kembali memukul dadanya. "Aku bilang juga, kamu kejam. Gempur aku terus, tetapi lupa kasih makan."
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Anak Yang Tidur Dengan Perut Lapar

Anak Yang Tidur Dengan Perut Lapar

“Ya, itu buktinya,” ujar Meli sambil menahan tawa melihat ekspresi geliku. Aku mengambil baskom berisi belalang kecil ini dan mulai mencucinya. Orang kampung sini biasa menyebutnya ‘simeut’. Meski di jaman modern seperti sekarang sudah jarang peminatnya, namun untuk beberapa orang, serangga kecil ini memang biasa dikonsumsi sebagai lauk. Cara memasaknya sangat mudah, tinggal diberi bumbu rempah, lalu goreng hingga kering. Belalang goreng ini bahkan sudah ada yang menjual dalam bentuk kemasan dan siap santap, banyak dijual di marketplace online.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Series Hutan Larangan

Series Hutan Larangan

Mita merasa kerepotan harus mengatur struktur kalimat dalam berbahasa. Dengan kekuatannya semangkuk mi instan itu telah berpindah secara cepat di depan mata Arya. Dirinya memang merasa sangat lapar karena pertarungan habis-habisan tadi. Serta sudah lama ia tak pernah mengubah wujudnya menjadi harimau dengan ukuran sangat besar.
1050.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Cinta Kita Sudah Sampai Ujung

Cinta Kita Sudah Sampai Ujung

Mungkin karena lidahnya sedang bermasalah, jadi Alya hanya sanggup menghabiskan sepertiga porsi. "Aku nggak mau makan lagi." Alya pun bangkit berdiri, lalu berjalan ke dispenser air dan mengisi gelasnya dengan air hangat. Lexa melihat tangan Alya yang mengusap perutnya dan bertanya dengan cemas, "Apa perut Bu Alya sakit?" "Sepertinya aku mengalami gangguan pencernaan. Padahal aku hanya makan sedikit, tapi perutku terasa kembung. Aku juga agak mual."
9.5740.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.5K kali sebagai gampang lapar
Tampilkan Ulasan (97)
Baca
+Pustaka
Ida Nuraida
Vanessa normal jika kau marah.. tapi terlalu egois sama Regan. Regan dalam masa pencarian jati diri dan pasti akan berdampak tidak baik karena penolakan. justru percaya Jessica.. ah.. runyam. disaat Steven berjuang mendapatkan kepercayaan Vanessa, temperamen Vanessa jadi samar sifat keibuan.
Agis Sat
ceritanya mulai seru guys Vanesa mulai jatuh cinta lagi ke Steven setelah tau pernikahan Steven palsu dan Steven nggali longsoran dengan tangannya sampai terluka gara2 ngira Vanesa kena longsor dan kejebak dimobil. ceritanya ini mulai seru.. mereka kayak anak ABG lagi kasmaran.. makasih kaak author
Baca Semua Ulasan
Fake Marriage

Fake Marriage

Apakah aku sekarang buta? Kini, Juna menjadi benar-benar panik. Tiba-tiba perutnya terasa begitu lapar. Ia ingin memakan sesuatu. Apa saja yang bisa mengganjal perutnya sekarang ini. Bayangan semur daging melayang-layang di benaknya, membuatnya semakin tersiksa. 'Aku lapar. Sangat lapar.' Tangan kirinya secara spontan memegangi perutnya. 'Mengapa tidak ada seorang pun yang datang menjengukku?'
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai gampang lapar
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Lavender My Name
Hai, kak.. Barusan aku up tp 1 bab dulu ya, dan ada kesalahan penulisan nomor bab, sudah aku edit tp menunggu approve dari editor dulu. Semoga tidak mengganggu kenyaman membacanya... Selamat menikmati. Jangan lupa follow aku ya kak, dan ikuti juga karyaku yang lain.Terima kasih
Indah Hayati
mana ini thor up kelanjutan nya penasaran bangat ini moga aja juna masi hidup gak rela kalo juna sampai pergi berikan lah kesempatan kedua (>_<) terus baskara ama cewek lain aja jangan dengan lily jadi gak seru
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani

Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani

Satu hari berlalu begitu cepat. Indi merasa terus menerus lapar, dan seperti sulit untuk dikendalikan. "Kenapa lagi ini, rasa lapar ini terlalu menyiksa." Indi tidak kuat, dan akhirnya kembali memesan banyak makanan, untuk dia makan sendiri. Setelah selesai makan, Indi kembali sadar, jika dia benar-benar tidak bisa mengendalikan keinginan nya untuk makan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai gampang lapar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status