Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Hadiah dari Kerajaan Lunara Kerajaan Lunara, yang terkenal akan kecintaannya pada seni dan keindahan, juga mengirimkan hadiah yang tak kalah memukau. Utusan mereka, seorang wanita berpenampilan anggun dengan gaun putih yang berkilau seperti cahaya bulan, membawa sebuah lukisan besar yang ditutupi kain sutra tipis.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 49 Beses bilang gawain
Read
+Library
LALI

LALI

ucap Harun. Kini giliran Dewa yang tetawa melihat ekspresi Harun yang tidak sabaran seperti orang yang kebelet ke kamar mandi. Kertas berwarna merah muda dengan wangi semerbak menampakkan sederet tulisan Asih yang rapi. harun menarik napas dalam-dalam dna juga merapalkan doa sebelum mebaca surat. “Kamu mau baca surat atau baca Al-Qur’an, sih, Run pake berdoa segala,” Dewa lagi-lagi protes. Begitulah Harun dan Dewa yang seperti kucing dan tikus.
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 181 Beses bilang gawain
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 29 Beses bilang gawain
Read
+Library
Tiga Cawan Sakti

Tiga Cawan Sakti

"Kau bisa membacanya Miss Jennifer." Aku meraih catatan yang diberikan Chaz. Seluruh catatan ini ditulis oleh orang yang sama dengan tulisan tangan yang begitu rapi. Chaz menyuruhku untuk langsung membaca halaman ke sepuluh buku itu yang membahas tentang seorang wanita, "Meredith Gingham, 1567". Terdapat sebuah kutipan yang ditulis dengan tinta tebal. "Dialah yang melanggar sumpah dan meletakkan pedangnya demi iblis dan kehidupan terkutuk".
106.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 241 Beses bilang gawain
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Hanya kalimat itu yang berulang kali diucapkan Tenri dengan deraian air matanya. “Ayo Sayang, tidak apa-apa, ayo kita pergi dari sini secepatnya.” Pinta Tyo dengan raut penuh duka. “Tyo? Tenri?” seorang perempuan muda dengan perut agak besar tiba-tiba datang menyapa mereka. “Mba Wulan, ibu … Mba.” Tyo tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya mengambil kakaknya dan menyalami punggung tangan perempuan itu.
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang gawain
Read
+Library
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

Untuk terakhir kalinya Elena menatap sebuah ukiran dinding bertuliskan 'Cempaka Putih'. Elena menjatuhkan salivanya kasar di tanah. "Cuih. Tunggu pembalasanku! Kalian akan membayar semuanya!!"
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 28 Beses bilang gawain
Read
+Library
Tawanan Hati Sang Raja

Tawanan Hati Sang Raja

Anak panah itu kemudian melesat dan tepat mengenai sasarannya. Xinlaire mendekati istrinya, pria itu tersenyum, ia sudah memiliki pujian untuk istrinya. "Istriku benar-benar berbakat, aku belum mendapatkan hewan buruan, tapi istriku sudah mendapatkan satu." "Aku memiliki guru yang sangat hebat, ini semua berkat ajaran dari guruku." Raylene membalas pujian Xinlaire dengan pujian juga.
1014.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 514 Beses bilang gawain
Read
+Library
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

“Atau mungkin bola itu malu pakai nama Valley.” Gregory menoleh dengan ekspresi tak percaya. “Hei! Nama Valley itu dibangun dengan darah, strategi, dan... kadang sedikit racun di anggur.” Caid menyeringai, memukul bolanya pelan, lalu berkata santai, “Nama Walton dibangun dengan peluru, keringat, dan satu fakta sederhana—kami tak pernah lari dari medan perang. Bahkan kalau musuhnya keluarga sendiri.”
1014.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 414 Beses bilang gawain
Read
+Library
Dewa

Dewa

Kata Refan berbelit-belit. "Siapa dia dan bekerja di mana?" Dewa dibuat anak itu penasaran. "Mawar," Mawar? Dewa mengerutkan garis keningnya. Dia serasa sudah tak asing lagi dengan nama orang itu. Tapi siapa ya? Dewa berusaha memutar balik simponi kehidupan waktu lalunya. Dari nama teman-temannya di sekolah, sampai ke seluruhan nama anak jalanan. Oh ya! Dia ingat di remangan jembatan perkampungan kumuh kemarin. Gadis seksi yang jelita dan menangis di sana...
9.97.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 228 Beses bilang gawain
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Mawar hanya mengangguk-anggukan kepalanya walaupun tidak paham dengan jalan pikiran pria itu, menggaji 36 pengawal yang kerjaannya hanya menjaga rumah saja, sangat menakjubkan untuknya, mungkin dia bisa mendaftar sebagai pengawal Fabio nanti setelah kakinya sembuh. "Oh iya... namamu siapa? Aku lupa berkenalan tadi," ucap Mawar diiringi kekehan. "Nama saya, Anita, nona," "Aku Mawar. Jangan panggil aku nona, panggil namaku saja," pinta Mawar. Pelayan itu menggeleng, "saya tidak berani membantah perintah tuan," "Kenapa berlebihan sekali? Panggil Mawar saja, jika di depannya kau boleh panggil aku nona,"
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 137 Beses bilang gawain
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status