Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura mencurigai ada sesuatu tidak beres di balik kejadian 17 tahun yang lalu. Yura memarkirkan sepeda motornya tak jauh dari tempat tujuannya. Ia sudah berdiri di depan gerbang rumah Tisha, gadis remaja yang mengalami disabilitas autism. Dipandanginya rumah itu tampak sepi. Kemudian ia meraih besi pagar yang fungsinya untuk bel. Ia lalu menggoyang goyangkan besi itu sekali namun tidak ada orang yang keluar. Dua kali sampai berkali kali ia membunyikannya belum ada respon. Tiba tiba Tisha muncul keluar namun tetap berdiri di pekarangan rumahnya tidak menghampiri Yura. “Tidak ada orang! Jangan membunyikan bel!” teriak Tisha
1.8K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as habit 8
Read
+Library
Casabelle

Casabelle

Setidaknya pesan yang menandakan jika pria itu menganggapnya. Dengan perasaan yang campur aduk Ara memilih untuk tidur tanpa mengganti pakaiannya. Mungkin tidur bisa membuatnya berpikiran jernih besok. *-*-* Axton masuk ke dalam apartemen yang ditempatinya bersama Ara. Istri mungil yang tengah mengandung anaknya itu. Jam menunjukkan pukul 1 pagi. Axton baru saja sampai di apartemen. Jika saja Axton tidak membaca pesan dari Agustus. Mungkin Axton akan memilih untuk tidur di hotel yang memang disewanya.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as habit 8
Read
+Library
Housemate

Housemate

Nasha memang sulit tidur di kamar Keisha karena adik Satria itu menyalakan AC dengan suhu yang cukup rendah. Nasha yang sejak bayi terbiasa tidur dengan kipas angin tentu tidak tahan dengan sejuknya suhu kamar Keisha. Meskipun kamar di bakerynya memakai AC, tapi suhunya tidak serendah suhu AC kamar Keisha. Mungkin Keisha ingin menyaingi beruang kutub. "Kenapa?" Suara Satria serak dan matanya masih menyipit. Iya juga sih, ini kan hampir tengah malam.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as habit 8
Read
+Library
My Future Huby

My Future Huby

Beruntung tidak ada penghuni lain di lantai 8, karena itu terkhusus untuk orang-orang dari kalangan menengah keatas. Bima tidak menghubungi orang rumah, ia takut Zea akan di hukum. Lebih baik ia mengantarkan Zea pulang esok hari, setelah lama menimbang. Bima memilih masuk ke dalam kamar nomor 404 yang ia pesan. Luka di wajahnya ia abaikan, Bima merebahkan dirinya di kasur. Ia menutup matanya yang terasa ngilu.
9.43.1K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as habit 8
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Mereka tidak memiliki kode keanggotaan yang terhubung ke seluruh benua di bumi ini. Klik “Selamat datang. Apakah harimu menyenangkan?....” Begitulah suara robot pengingat saat menyambut kedatangan Reandra. “Ery, tampilkan data pemberitaan hari ini,” ujar Reandra kepada robot pengingat.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as habit 8
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga #Tetangga_tak_tahu_kami_kaya Pov Bu Bondan Tanah perumahan ini bermasalah, hal itu kuketahui dari baliho yang dipasang di pintu masuk komplek. Si Subur pula yang pasang bersama beberapa orang yang tak aku kenal. Ini pasti ulah mereka karena sakit hati rumahnya digusur.
1041.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as habit 8
Read
+Library
PERFECT HUSBAND

PERFECT HUSBAND

FLASBACK Plakk Tamparan keras melayang ke pipi ibuku, bisa aku lihat jelas ayahku yang begitu bringas berusaha menyakiti ibu memaksa untuk berhubungan badan tak peduli padaku anak mereka satu-Satunya yang masih kecil dan sangat takut akan keadaan rumah yang tak pernaah aman. Berkali-kali mata gadis kecil ini melihat adegan kasar sexual. Ayahku memiliki penyakit hipersex, karna kelakuannya itu, aku phobia akan masalah ini, aku mengidap penyakit anti sex kalo bahasa dokternya frigid atau bisa dikatakan aku phobia. Karna sepanjang yang aku tau, seks hanyalah penyikssaan hingga waktu berlalu aku tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, dan pintar, tapi aku suka menutup diri dari teman-teman dan
1020.4K viewsOngoingAdded to Library 755 Times as habit 8
Read
+Library
Perfect Partner

Perfect Partner

Memberikan kode pada adiknya untuk membenarkan ucapannya. “Iya, aku tertarik dengan proyek baru yang dikerjakan Adion. Kak El menceritakan jika ini adalah salah satu hotel setelah Maxton dan Wijaya. Jadi tentu saja aku akan ambil bagian dalam hal ini.” Setelah mendapatkan kode dari kakaknya, dengan cepat Bian menimpali ucapan sang kakak. “Iya, Hotel Davis memang hotel besar. Jadi wajar jika kamu harus ikut ambil bagian.” Papa Felix menimpali.
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 393 Times as habit 8
Read
+Library
Safe Haven

Safe Haven

is this a diamond? "Mas... ini terlalu mahal nggak sih." Valen menjauh sedikit dan agak kaget dengan hadiah yang diberikan Teddy. "Aku ga expect kamu kasih beginian," Teddy memandangi Valen dengan heran, "Nggak ada yang terlalu mahal buat kamu, sini tangannya." pinta Teddy, Valen agak enggan tapi Teddy mendekat ke arahnya dan mengambil tangan Valen. "Aku inget, kamu suka banget sama hujan. Waktu kita pertama kali pacaran juga waktu hujan-hujanan, jadi aku ngerasa hujan itu jadi salah satu hal spesial di hidup kita. Jadi.. bangle nya aku custom biar menyerupai air hujan."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as habit 8
Read
+Library
Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun

Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun

Lukas menyuruh orang untuk membersihkan seluruh rumah dan memulihkan letak furnitur serta dekorasi persis seperti yang dulu aku tata berdasarkan ingatannya. Dia bahkan membeli aromaterapi kesukaanku dan menyalakannya. Setelah semuanya selesai, dia memotret beberapa bagian rumah dan mengirimkannya ke alamat email lamaku. Di bagian akhir, dia tidak lupa meninggalkan pesan. [Rumah ini akan selalu ada di sini, kamu bisa pulang kapan aja bawa bayi kita.] Aku tidak memberikan balasan apa pun.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as habit 8
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status