Antara Dendam dan Penyesalan
"Oh, ternyata bosku yang paling baik, kesukaan semua orang."
Olga segera menyeka air mata pada wajahnya dengan lengan baju, lalu buru-buru menghampiri pria itu. Ketika melewati kursi, dia mengelapnya dengan bajunya seakan sudah terbiasa memerankan pelayan yang setia.
"Bos, kalau mau datang tinggal datang, kenapa harus bawa hadiah? Aku jadi nggak enak!"
Olga dengan malu-malu mengulurkan tangan untuk menerima uang sambil terus mengomel. "Buket ini terlalu berat, Bos. Jangan repot-repot, pekerjaan kasar seperti ini serahkan aja padaku."
Bab Populer