BERBAGI SUAMI (TAMAT)
Dulu Hadi sangat membenciku, siapa sangka jika Allah membalikkan hatinya.
Aku mengangguk menanggapi ucapan Hanin. Ya, walau harus hidup berpoligami, setidaknya tidak ada di antara kami yang tercampakkan. Belajar berlapang dada, ikhlas, menerima segala ketentuan yang telah Tuhan gariskan. Tidak mudah berada pada tahap itu semua. Ilmu ikhlas itu mudah didapatkan, akan tetap sangat sulit untuk diamalkan. Saat mulut ringan mengikrarkan, belum tentu hati akan mengikutinya. Demikian yang aku rasakan. Namun, bukan berarti aku tidak berbenah diri. Setiap saat aku menyugesti diri sendiri agar tak henti berpikir positif. Hati yang sempit adalah sumber segala penyakit. Pikiran menjadi tak tenang, jiwa