Terancam Diceraikan Karena Hamil
Tatapanku, bingung dan terluka, mencari jawaban di balik ucapannya yang tajam itu.
"Maksud Mbak Nilam?" tanyaku dengan suara bergetar.
Mbak Nilam melangkah mendekat, tatapannya menyapu tubuhku dari atas hingga bawah, berhenti lama pada perutku yang masih rata. Ada sorot tajam, bahkan kejam, di matanya.
"Kau hamil? Kenapa harus sekarang? Bukankah kau tahu kondisi keuangan suamimu masih sangat sulit?" tanyanya, suaranya dingin, tanpa sedikitpun simpati.