Nyonya Puas Abang Lemas
Aroma yang sangat dia sukai, aroma yang membuatnya merasa seperti manusia biasa sejenak.
Dia mengetuk pintu dapur.
Hana membukanya dengan segera. Dia sudah tidak memakai daster yang tadi. Sekarang dia memakai baju tidur setelan panjang berwarna biru muda dengan motif kelinci kecil. Rambutnya masih sedikit basah, menandakan dia juga baru selesai mandi.
"Mas Rusdi! Ayo masuk," sambut Hana ceria.
Di meja makan kecil di sudut dapur, semuanya sudah tersaji. Tumis kangkung yang masih mengepul, tempe goreng garing, dan sepiring besar sambal bawang dengan minyak yang menggoda.