Cerita Hanako-san adalah legenda urban Jepang yang sudah melekat di budaya populer sejak era Showa. Sosoknya digambarkan sebagai roh gadis kecil berusia 7-10 tahun yang menghuni toilet sekolah, khususnya di bilik ketiga lantai tiga. Ada banyak versi asal-usulnya; ada yang mengatakan dia korban bullying, ada pula yang menyebutnya korban kekerasan keluarga. Aku pertama kali mengenalnya lewat manga horor 'Toilet-bound Hanako-kun' yang justru memolesnya sebagai karakter whimsical alih-alih menyeramkan.
Yang menarik, Hanako-san bukan sekadar hantu biasa—dia punya 'aturan' khusus. Misalnya, jika kamu mengetuk pintu toilet tiga kali sambil memanggil namanya, dia akan menjawab. Beberapa cerita bahkan menyebutkan dia bisa mengabulkan permintaan, tapi dengan konsekuensi mengerikan. Aku selalu terpukau bagaimana legenda seperti ini bisa bertahan puluhan tahun dan terus berevolusi dalam media modern.