Embun Cinta
Terima kasih, Tuhan!
“Aku hanya manusia biasa, Nisa!” ucap Faisal. Tidak, kamu adalah manusia yang lebih dari manusia. “Jika ada yang salah denganku katakan saja,” lanjut Faisal.
Aku bingung akan menjawab apa. Aku tidak mengerti harus menjawab dengan kata apa. Apakah aku harus menjawab ‘iya, nanti kalau salah aku ingatkan’. Ah, itu tidak filmis sekali. Itu sangat tidak enak untuk dibaca oleh pembaca novel yang tengah membalik-balik halaman demi halaman menanti sebuah kelanjutan. Atau seperti pembaca cerita bersambung di koran yang terbit mingguan. Ini sungguh hari yang sangat luar biasa.