Dosa dalam Cinta
Hening malam berubah menjadi ruang gema yang penuh dengan suara-suara yang saling tumpang tindih: jeritan, tangis, tawa yang retak, dan di antaranya, satu suara yang lebih gelap, berat, seperti besi yang diseret di batu, “Selesaikan... atau semuanya akan hancur...”
Satrio menoleh ke jendela, menatap gelap di luar dengan tatapan kosong. Di kejauhan, bayangan pohon-pohon bergerak, tertiup angin, dan di sela ranting-ranting, matanya menangkap siluet tinggi berjubah gelap, matanya merah menyala, berdiri di batas desa, hanya menatap diam, seolah menunggu. Dada Satrio terasa semakin sesak, dan dalam desiran angin, ia mendengar kata-kata yang menghantamnya seperti cambuk, “Kau harus kembali... ke B
Hot Chapters