Terpaksa Menikahi Sopir Bapak
Dalam sketsa itu, tergambar sosokku yang sedang duduk menatap sawah, dengan perut besar yang tampak menonjol, dan cahaya matahari senja yang seolah menyelimuti tubuhku.
Aku menggigit bibir, berusaha menahan air mata yang tiba-tiba menggenang. “Bagus sekali, Bayu… aku tidak menyangka kamu bisa membuatnya terlihat… begitu indah.”
Dia hanya tersenyum, lalu mulai membereskan alat-alatnya kembali. “Itu bukan karena aku yang pandai menggambar, Safira. Itu karena kamu memang indah, apa adanya.” Aku kembali tergelak meski kemudian segera terdiam.
인기 회차