Dear Helva
Tidak, tidak, Helva tak seberhara itu untuk dijual, bagi Heni dia adalah permata yang harus dijaganya.
“Tidak!” tegasnya sambil merentangkan kedua tangannya di depan Helva, menjadi tameng.
Pria itu tertawa.
“Maka segeralah lunasi hutangmu atau aku akan mengambil anakmu. Sepertinya dia masih virgin, benar, bukan?” tanyanya untuk memastikan. Helva diam ketakutan seolah bisa merasakan sapuan menjijikkan dari tatapan sosok itu.
“Aku tidak akan pernah menyerahkan putriku pada orang sepertimu jadi jangan pernah berpikir mudah untuk mendapatkannya,” jelas Heni mnegaskan kalau sang putri bukanlah barang yang bisa diberikan dengan mudah.
Bab Populer