Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear Helva

Dear Helva

Tidak, tidak, Helva tak seberhara itu untuk dijual, bagi Heni dia adalah permata yang harus dijaganya. “Tidak!” tegasnya sambil merentangkan kedua tangannya di depan Helva, menjadi tameng. Pria itu tertawa. “Maka segeralah lunasi hutangmu atau aku akan mengambil anakmu. Sepertinya dia masih virgin, benar, bukan?” tanyanya untuk memastikan. Helva diam ketakutan seolah bisa merasakan sapuan menjijikkan dari tatapan sosok itu. “Aku tidak akan pernah menyerahkan putriku pada orang sepertimu jadi jangan pernah berpikir mudah untuk mendapatkannya,” jelas Heni mnegaskan kalau sang putri bukanlah barang yang bisa diberikan dengan mudah.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Helmnya tertutup rapat, hanya menyisakan celah kecil untuk mata. Di tangan kanannya, ia menggenggam gada besar dengan ujung berbentuk bintang yang tampak mampu meremukkan batu dengan sekali ayunan. Di tangan kirinya, sebuah perisai bundar dengan simbol Klan Grimbeard terukir di tengahnya. Gladgrik berdiri dari kursi kehormatannya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
Arimbi

Arimbi

Sayangnya masih belum sampai juga, sebab tubuh Arimbi yang terlampau kecil. "Huft! Sedikit lagi." Kedua tangan Arimbi terulur ke atas, menggapai kerdus tersebut. Tidak patah semangat, Arimbi bahkan sampai melompat-lompat di atas kursi. Mata dan pikirannya fokus pada kerdus, sehingga dia tidak peduli dengan kondisi kursi yang sudah goyang. Arimbi kegirangan saat tujuannya tercapai, melompat lebih keras, dan keseimbangan kursi pun patah. Braaak! Bersama kerdusnya Arimbi terjatuh, dengan barang yang berantakan. Terempas dan berdarah.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
My Sweet Dangerous Logan

My Sweet Dangerous Logan

celetuk Bisma makin tidak tahu diri. "Sialan lo, Bis, gue maen aman kali. Pake helm pelindung anti badai menerjang. Dijamin nggak bakal bocor sebanyak apapun. Dan gue pastikan sebelum gue maen, dia minum obat juga," tambah Bram yang lebih berotak gila ketimbang Bisma. "Gila. Anak orang tuh, Bram. Kualat Lo. Dikutuk Lo jadi perjaka lapuk baru tauk rasa Lo!" maki Bisma.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

"Benar. Omong-omong, aku tadi bicara dengan seseorang yang bisa menunjukkan pada kita sebuah hutan buatan yang mengalirkan sungai kecil buatan dengan arus lumayan deras yang bisa digunakan untuk skimboarding. Dia bilang airnya tidak membeku." "Kau bisa skimboarding?" "Tidak. Tapi mereka akan mengajariku kalau aku menghubungi." "Bertukar nomor telepon?" "Namanya Bram, dia menjaga toko lilin omnya tidak jauh dari kantor Alfons. Dan dia memberiku kartu nama." Bree meraba-raba kantung mantel di bagian luar dan menunjukkan selembar karton tipis bertuliskan TUBEROSE CANDLES. Aku mendekatkan kertas itu ke hidungku. Wangi bunga sedap malam bercampur pahitnya teh hijau kering menguar dari sana.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK SUAMIKU

BALASAN UNTUK SUAMIKU

Mungkin, jika lelaki itu bukan Bram, Helmi akan bersikap biasa saja. Bram sekarang punya segalanya. Harta yang berlimpah, juga nama yang membumbung tinggi karena kesuksesan restorannya. Apalah arti Helmi sekarang? Bahkan hutangnya saja masih lumayan banyak pada Bram. Helmi merasa minder jika di bandingkan dengan Bram. "Pak Helmi, makan dulu biar bisa minum obat tepat waktu!" ucap Rena, perempuan berusian sekitar 35-an.
9.8189.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
Api Dendam Brianna

Api Dendam Brianna

Dia mendesah pelan. “Yang aku katakan ini sangat kejam, tetapi kamu sendiri yang mengatakan kepadaku agar bertindak tegas terhadapmu. Hatimu sudah lama mati, jangan sampai terkecoh. Kendalikan dirimu dan ingat kembali mengapa kita melakukan semua ini. Aku sudah membuang banyak uangku, jangan sampai gagal. Apa kamu mengerti, Brie?” katanya dengan tajam. “Baiklah.” Aku menarik napas panjang. “Apa kamu sudah berada di tempat janji kita?”
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai helm full brim
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status