Mayat-Mayat Hidup
sahut Gugun.
“Nah, saya lebih setuju sama logika itu,” kata Pak Sapto sambil mengangguk-angguk. “Apa yang dia makan atau minum itu bercampur sama isi perut, bisa jadi nyampur sama asam lambung, air liur, atau darah. Entahlah, tapi yang jelas itu membunuhnya, lalu dia hidup lagi jadi mayat hidup,” sambungnya menjelaskan dengan nada bicara yang tak sepenuhnya yakin.
“Bisa jadi begitu, Pak.” Kali ini Suster Ana yang mengangguk-angguk setuju.
Bab Populer