Cinta Satu Malam dengan Berondong
“Ada satu kalimat di mana dia bilang, dia nggak ingin jadi orang yang menghalangi kebahagiaanku.
“Di situ aku sadar, aku nggak seharusnya menjadikan kepergian dia sebagai alasan untuk aku mengurung diri di dalam kenangan kami.”
Badai kembali terdiam dan kali ini lebih lama, membuat Padma mulai khawatir karena desau angin terdengar lebih keras dari sebelumnya.
“Badai.”
“Aku di sini,” balas Badai.
“Jangan berpikir terlalu keras, B. Kamu cuma perlu belajar melepaskan dan menghadapi satu per satu ketakutan kamu.”
“Tapi—”
“Pulang, ke aku,” sela Padma dengan lembut. “Nanti kita hadapin sama-sama. Kayak kamu yang selalu setia nemenin aku, aku nggak akan ninggalin kamu saat kamu ngalamin mimpi buruk