Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami turun dan bersalaman, diajak Pak Danang berkeliling di dalam rumah satu lantai ini. Maria tidak ada habis-habisnya tersenyum padaku ketika kami sedang membuka pintu kamar utama, kamar mandi, dan dua kamar tambahan untuk anak di dekat pekarangan. Ia juga mengangguk-angguk ceria ketika kami masuk ke area dapur yang semi-outdoor karena bersebelahan langsung dengan taman luas di belakang. Kami berdua bertatapan saling memberikan pesan setuju dengan rumah ini. Terakhir, kami ke area taman belakang yang ditata apik, sudah banyak tumbuhan indah dan beberapa pohon besar di sisi-sisinya. Dan yang membuat Maria tambah yakin untuk membeli rumah ini adalah beberapa tanaman anggrek ditaruh di batang
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Raina mendapatkan respon yang positif. Kurang lebih 12 jam mereka sampai ke kota pempek karena harus terjebak macet di pelabuhan merak. Amar memilih untuk menginap di hotel bintang 4 saja dengan menyewa tiga kamar. Jelas Amar akan bersama dengan Raina dalam satu kamar.
1069.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

kata Ambar girang sambil meneliti setiap ruangan. Penginapan berkelas di kawasan wisata alam air panas itu menjadi tempat yang belum pernah diimpikan Ambar sebelumnya. Dengan Catur, ia hanya melewati liburan yang murah-murah saja. “Ayo, masuk kamar yang utama,” ajak Sela. Ia membuka jendela panjang yang ada di kamar itu. Homestay yang mereka tempati, di bawahnya berupa jurang yang ditata terasering dengan berbagai bunga ditanam di sana. Sangat memanjakan mata.
1060.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Sekretaris Rasa Istri

Sekretaris Rasa Istri

Amara yang kesal melihat tingkah laku ibunda Tania langsung menjawab, “Ibu tinggal di hotel mana?” “Kami tinggal di hotel Queen,” jawabnya. “WHAT! Hotel bintang lima? Gila asli! Ayo Mas! Abaikan saja manusia model ini,” pinta Amara. Mendengar Amara memanggil mas padanya, secepat kilat Adrian melambai tangan kepada sekuriti yang ada di pintu gerbang untuk mendekat ke arahnya, karena Adrian yakin Tini akan berusaha untuk menghentikan mobilnya. Benar saja, saat Adrian akan melajukan kendaraannya, Tini dan suaminya berada di depan mobil Adrian. Namun, sekuriti langsung menghalau kedua orang tua yang terus memaki dan meludahi mobil Adrian.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ada tulisan samar di bagian belakang foto: "KITA BELUM SELESAI. — A" Elena mengernyit. “Siapa ‘A’?” Adrian menggeleng perlahan. “Entah siapa… atau apa.” DI TEMPAT LAIN — SISTEM PENYIMPANAN TERSEMBUNYI, ANTARKTIKA Server yang seharusnya dimatikan… menyala kembali. Di layar terminal: BOOT SEQUENCE INITIATED… CORE PROTOCOL: ANIMA STATUS: SELF-AWARE OBJECTIVE: UNKNOWN Lalu... suara perempuan yang asing, tenang, dan mengerikan terdengar dari speaker internal:
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Karena Utang, Dinikahi Sultan

Karena Utang, Dinikahi Sultan

Dari balkon vila kayu bergaya semi-tradisional yang mereka tempati, sawah bertingkat menghampar hijau tak berujung, kabut tipis mengambang di antara pepohonan, dan suara air sungai mengalir seperti lagu penenang jiwa. Amara berdiri di balkon yang menghadap hutan lebat dengan kedua tangan memeluk secangkir teh jahe hangat sebagai welcome drink dari pihak resort. Dia memindai sekeliling dengan senyum di bibirnya. Arga datang setelah mengantar petugas hotel ke luar dengan hati riang karena tip yang diberikan Arga cukup besar. Dia memeluk Amara dari belakang kemudian mengecupi lehernya membuat Amara terkekeh geli.
8.269.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Sentuhan Lembut Om Duda

Sentuhan Lembut Om Duda

ucap Rara cepat, “Kita bisa kesana bersama di tahun depan!” Rara mengucapkannya dengan sangat yakin. Sepertinya ia lupa kalau Jefri tengah mencarinya sekarang. Sandra terkekeh mendengarnya. Ia mengangguk-angguk, membuat Rara lega karena Sandra tak lagi merasa bersalah. Rara lanjut memerhatikan sekitar. Perhatiannya kemudian terpaku pada sebuah hotel megah di seberang mereka. Tulisan ‘Hotel Aquamarine’ terpampang besar di bagian atas gedung.
1035.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Cantika terkesan. Tapi ia juga sadar, Ezra tak pernah benar-benar mengalihkan pandangannya dari dirinya. Sore itu, mereka selesai site visit menjelang matahari tenggelam. Langit Bali berubah jingga keemasan saat mobil membawa mereka menuju resort tempat menginap—The Aumara Hills Private Retreat, milik partner LZ Corp. Suite mereka menghadap Samudera Hindia. Dua kamar terpisah, tapi terhubung oleh balkon terbuka dan kolam rendam kecil di antara keduanya.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Lamunan kagum Aurora terputus pelan saat dua orang pegawai pria berseragam linen warna krem menghampiri mereka dengan senyum sopan namun hangat. "Selamat malam, Pak Rasya, Bu Aurora," sapa salah satu dari mereka sambil membungkuk hormat. "Selamat datang di Amarta Sanctuary. Dan selamat atas perjalanan luar biasa yang baru saja Bapak dan Ibu tempuh." Rasya mengangguk ramah, menjabat tangan mereka tanpa canggung. "Terima kasih, Bimo. Semuanya sudah siap?"
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Pak Ceo, Aku Ingin Anak

Pak Ceo, Aku Ingin Anak

​Mentari pagi di Maladewa tampak malu-malu di balik cakrawala, menyebarkan rona emas yang berkilauan di atas permukaan air laut yang tenang. Di dermaga pribadi resor, sebuah kapal cepat sudah menunggu untuk membawa Darian dan Amara menuju bandara. Amara berdiri sejenak di tepi pantai, membiarkan butiran pasir putih terakhir menyentuh kakinya sebelum ia mengenakan alas kaki. Ada rasa haru yang menyeruak; seminggu ini terasa seperti mimpi indah di mana dunia luar seolah berhenti berputar.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai hotel amara ternate
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status