Memantai [Tamat]
“Naik kendaraan darat, lalu menyeberang dengan ferry. Ya ampun, menderita sekali. Hemh..hemh.. Enak saja menyuruhku ikut menderita seperti itu,”
gumam Wandi sambil melayangkan senyum licik.
Ponsel Wandi bergetar. Siaran radio pun terjeda.
“Halo?”
ucap Wandi.
“Tuan, hotel untuk Tuan sudah dibooking. Tuan akan beristirahat di Novotel ya Tuan,”
ucap orang yang menelepon Wandi.
“Oke,”
ucap Wandi.
Panggilan telepon pun berakhir.
******