Legenda Dewa Pedang
Batu giok itu terasa hangat, menyimpan aliran qi yang lembut.
“Peta jalur aman menuju Huayin,” katanya. “Kota perdagangan di kaki Pegunungan Huashan. Jangan meremehkannya—tempat itu tidak sesederhana kelihatannya.”
Qing Jian menerima gulungan itu, jari-jarinya menutup perlahan.
“Jika suatu hari kau membutuhkan bantuanku—”
Ling Mei menggeleng pelan.
“Datanglah bukan sebagai tabib,” katanya lembut. “Datanglah sebagai dirimu sendiri.”